EKONOMITOKOH

Nama BIJB Kertajati, Bandara Abdul Halim atau BJ. Habibie ?

Nama BIJB Kertajati, Bandara Abdul Halim atau BJ. Habibie?

MAJALENGKA – ‎BJ. Habibie telah wafat. Namun hingga kini, banyak tokoh nasional maupun internasional mengenang tentang kehebatan orang yang pernah menjabat sebagai presiden Indonesia ke-3 itu.

Pasangan suami istri paling setia sepanjang massa ini, Habibie-Ainun pernah dibuat novelnya. Bahkan difilmkan. Kisah cinta kesetian seorang pria sejati, telah menginspirasi banyak orang di dunia ini, menjadikan Habibie bukan hanya sosok cerdas dan pintar saja. Ia mengajarkan sesuatu yang lebih bermakna tentang arti hidup dan memaknai kecerdasan dengan cinta kasih.

Saking melejitnya nama Habibie, warganet atau netizen banyak mendukung agar namanya diabadikan dalam nama sebuah bandara yang ada di Majalengka. Banyak netizen berharap, nama BIJB Kertajati‎ menjadi Bandara BJ. Habibie. Sebagian lagi berpendapat, nama BIJB Kertajati, harus nama pahlawan daerah, yakni KH. Abdul Halim.

‎‎Orang nomer satu di Majalengka, Bupati H. Karna Sobahi mengatakan pihaknya telah mengusulkan nama BIJB Kertajati dengan nama Bandara Abdul Halim. Usulan tersebut telah mencuat bahkan sebelum diresmikan oleh presiden RI pada Juni 2018 lalu.

“Lagi rame ya, soal penamaan bandara. Intinya kita tunggu keputusan pemerintah pusat. Pak Gubernur, pak Ridwan Kamil, juga belum menyebut secara detail untuk bangunan atau proyek yang mana, kan?” ujarnya retoris, usai melantik pejabat di jajaran PDAM Cigasong, Jumat (13/9).

‎Namun, ketika ‎pemerintah pusat telah memutuskan sebuah nama untuk BIJB Kertajati, pihaknya setuju saja dan manut. Mengingat, apapun keputusan dari pemerintah pusat untuk nama BIJB di Kertajati, kemungkinan berdasarkan pertimbangan yang paling penting dan paling baik.

“Jika pemerintah pusat memutuskan nama bandara dengan nama Bandara BJ Habibie, saya setuju saja. Atau, misalnya tetap dengan nama yang diusulkan kita dengan nama Bandara Abdul Halim, setuju juga. Itu mungkin yang terbaik. Karena hingga saat ini, pak gubernur juga belum menyebut secara spesifik tentang pengabadian nama untuk bapak presiden ke-3.‎” ungkapnya.

Bupati menjelaskan pengalamannya singgah di berbagai bandara yang ada di Indonesia, nyaris semuanya bernama pahlawan yang lahir dan besar di daerah tersebut. Alasannya, hal tersebut memungkinkan pengunjung luar, ketika singgah dan menjejak di bandara akan bertanya-tanya tentang nama bandara tersebut.

“Tradisinya memang, sebuah bandara itu nama pahlawan nasional yang lahir di daerah itu. Coba lihat di Makassar, Kalimantan, Sumatera, nyaris semuanya nama pahlawan daerah di tempat itu.” ujarnya.

Ungkapan hampir sama dengan Bupati Majalengka, akademisi Universitas Majalengka (Unma), H. Diding Bajuri mengatakan antara harus memilih Bandara BJ. Habibie atau Bandara Abdul Halim? Dirinya belum bisa menentukan dan malah memilih sikap tidak menolak ataupun tidak menyetujuinya.

‎”Posisi saya, t‎idak dalam posisi menolak atau pun setuju. Namun, k‎arena saya warga Majalengka, dan terlibat dalam pengusulan nama BIJB, saya cenderung lebih setuju Bandara Abdul Halim,” ungkapnya.

Diding menilai, kecenderung memilih nama Bandara Abdul Halim itu karena ada beberapa alasan. Nama Abdul Halim juga punya status yang sama yakni pahlawan nasional. Beliau juga lahir dan besar di Majalengka.

“Sebelum wacana Bandara Habibie, dulu pernah ‎ada diskusi tentang ini. Waktu itu ada dua nama yang muncul, yakni Abdul Halim dan Bagus Rangin. Namun, mayoritas memilih Bandara Abdul Halim.” ungkapnya.

‎Diding menambahkan tanpa menghilangkan figur dan kecerdasan serta kiprahnya di dunia kedirgantaraan dan teknologi pesawat, nama BJ. Habibie memang layak diabadikan namanya untuk dikenang sepanjang masa.

‎”Tanpa mengurangi rasa hormat saya pribadi untuk pak Habibie, sepertinya saya lebih setuju Abdul Halim untuk BIJB Kertajati,” tandasnya. ( IMR)

Comment here