EKONOMITechnology

Petisi Dukungan Abdul Halim Airport Disiapkan

Petisi Dukungan Abdul Halim Airport Disiapkan‎

MAJALENGKA – ‎Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Majalengka siap membuat petisi dukungan agar penamaan BIJB Kertajati, tetap dengan menggunakan nama pahlawan asal kota angin. Usulan nama tersebut yakni Abdul Halim Airport.

Hal ini ditegaskan oleh Pembina Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Majalengka, Moch. Ikrom. Ia mengatakan jika pro kontra penamaan bandara masih seputar Habibie dan Abdul Halim, maka pihaknya akan segera membuat petisi dukungan, bahwa bandara Kertajati harus tetap bernama Abdul Halim Airport.

“KH. Abdul Halim itu telah jelas pahlawan nasional, seharusnya pemerintah itu bisa mengakomodir usulan dan aspirasi masyarakat Kabupaten Majalengka dan menjadikan nama Bandara Kertajati menjadi Abdul Halim Airport,” ungkapnya, Senin (23/9).

Ikrom menjelaskan sebagai pembina pemuda PUI juga selaku masyarakat Kabupaten Majalengka, pihaknya sangat berharap penggantian Nama Bandara Kertajati, tidak lagi diwacanakan,  namun tetap mengambil nama pahlawan yang lahir di Majalengka yakni Abdul Halim.

“Sebagai masyarakat asli Majalengka, saya turut mengusulkan agar Abdul Halim digunakan untuk nama bandara di Kertajati. Beliau satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari Majalengka. Beliau Founding Father NKRI, juga anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Saya kira ini usulan yang sangat relevan dan rasional,” jelasnya.

Ikrom menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera membuat petisi dan usulan ke pemerintah melalui DPRD agar usulannya disetujui.

“Kita akan persiapkan petisi dan usulan tentang perubahan Nama Bandara Kertajati menjadi Bandara Abdul Halim kepada Pemerintah dan Lembaga Legislatif agar bisa dipertimbangkan secara seksama,” Tandasnya.

Meskipun begitu, netizen warga ‎Majalengka di social media facebook, sebagian berpendapat dan mengomentari usulan nama BIJB Kertajati dengan nama Bandara BJ Habibie. Sebagian lagi menyebut agar penamaan bandara itu dengan Bandara Bagus Rangin. Sebagian lainnya cuek dan memilih tak berpendapat, namun berharap agar kehadiran bandara Kertajati membawa perubahan pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, tokoh masyarakat Rajagaluh, yang kini menetap di wilayah Majalengka bagian kota, Oom Somara mengatakan pihaknya lebih setuju penamaan bandara Kertajati dengan nama Bandara BJ. Habibie. Alasannya, usulan nama bandara ini mirip-mirip dengan sebutan bandara yang ada di Jakarta yakni Bandara Halim Perdana Kusuma, juga mirip dengan sebutan bandara lainnya, yakni bandara Agus Salim.

“Penyebutan nama itu akan terdengar sama, mirip-mirip, ketika orang menyebut sehabis turun dari pesawat. Jadi saya lebih setuju Bandara BJ. Habibie.” ungkapnya. (MKT) ‎

Comment here