BERITA

9 Pamong Desa Kalisapu Diberhentikan Sepihak

Sekdes Kalisapu Wardina menunjukkan SK Pemberhentian dirinya. Pihaknya menilai SK tersebut cacat hukum karena tak selaras dengan Permendagri

CIREBON – macakata.com – Sedikitnya tercatat ada sembilan pamong/perangkat desa di Desa Kalisapu Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon‎, diberhentikan secara sepihak oleh kuwu yang baru saja menjabat.

Berdasarkan pengakuan langsung oleh ‎Sekdes Kalisapu, Wardina, ia menerima surat pemberhentian per-tanggal 14 Januari 2020 lalu. Pihaknya dan delapan perangkat desa Kalisapu kaget ketika menerima surat keputusan pemberhentiannya.

“Saya dan delapan perangkat desa di Kalisapu diberhentikan sepihak. Kami bingung mau mengadu ke siapa? Mau mengadu kemana? Sementara kami pun cukup faham mengenai aturan dan Permendagri yang mengatur pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Ini aturan mana yang dipakai? ” ungkapnya, kepada jurnalis di wilayah Kecamatan Ciwaringin, Senin 20 Januari 2020.

Wardina juga menunjukkan SK Pemberhentian dirinya. ‎Surat tersebut adalah fakta yang menerangkan tentang Surat Keputusan Kuwu Kalisapu No. 141.3/Kep.01-Sekret/2020. Berdasarkan pengakuannya itu, Surat tersebut ‎terbit pada tanggal 14 Januari 2020 lalu. Diberikan untuk 9 perangkat Desa Kalisapu.

“Ada 9 perangkat desa, termasuk saya (sekdes) juga menerima surat pemberhentian ini. Saya, kasi pemerintahan, kasi pelayanan, kesra, kaur keuangan, kaur perencanaan pembangunan, kaur usaha, kadus satu dan kadus dua.” ‎ujarnya.

Masih kata Wardina, SK pemberhentian tersebut langsung terbit begitu saja, tanpa ada itikad baik ataupun mediasi terlebih dahulu dengan sembilan perangkat desa yang menerima SK Pemberhentian tersebut. Menurutnya, SK itu cacat hukum karena tidak sesuai dengan Permendagri No. 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Saya menilai itu cacat hukum. Salah satu faktornya karena pemberhentian ini hanya mengacu pada perdes tentang struktur organisasi perangkat desa, tanpa mempertimbangkan Permendagri,” ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada Pemkab Cirebon, agar menyikapi sembilan perangkat desa Kalisapu yang diberhentikan secara sepihak. Pihaknya juga meminta agar camat ditegur. Menurutnya, SK Pemberhtian dirinya dan delapan perangkat desa Kalisapu atas rekomendasi camat.

“Mohon kepada pemkab, dalam hal ini pak Bupati, supaya menegur camat dan kuwu terpilih. Kami bingung mau mengadu kemana? Bukankah aturan itu harus ditaati, kok malah dipermainkan?” Tandasnya.

Hingga tulisan berita ini diketik, belum ada tanggapan dari pihak kuwu terpilih maupun camat yang dimaksud. ( MC-03)

Comment here