BERITA

Remaja Disanksi Push Up Saat Ngabuburit di Leuwimunding

Saat PSBB Diberlakukan, Masih Banyak Ratusan Orang Berkerumun di Wilayah Kecamatan Leuwimunding

MAJALENGKA – macakata.com – Memasuki wilayah Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, sewaktu ngabuburit pada sore hari, ratusan orang masih terlihat berkerumun.

Itu terlihat di pinggir jalan raya Parungjaya-Leuwimunding, tepatnya di wilayah Mirat, tak jauh dari kantor Mapolsek. Ratusan remaja dan ibu rumah tangga, beserta kaum pria, berseliweran di pinggir jalan.

Bahkan, satu dua pasangan terlihat mojok. Asyik pacaran di sisi saluran irigasi dengan pemandangan bebukitan hijau di arah timur.

Dua petugas Satpol PP dan Danramil Leuwimunding langsung mengingatkan pasangan tersebut. Mereka diingatkan untuk memakai masker dan segera pulang‎, mengingat saat ini tengah pandemi wabah Corona dan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sementara itu, remaja kalangan pria yang berkerumun dengan motornya itu tampak membandel, serta tak mengenakan masker. Padahal masker sudah tergantung di lehernya, mereka pun disanksi Push Up.

Hukuman tersebut memang tidak banyak. Hanya sepuluh kali Push Up. Namun, kondisi tersebut menjadi tontonan warga. Sebagian diantara mereka langsung kabur dan menjauhi aparat, takut terkena hukuman serupa.

Meskipun begitu, setelah remaja tersebut dihukum push up, dua petugas Sat Pol PP ikut membantu menyeberangkan remaja yang mau pulang ke rumahnya.

Danramil Leuwimunding, Kap. Inf. Mastam mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan mengingatkan warga untuk tetap berada di rumah saja.

Namun, pada bulan Ramadhan ini, faktanya masih banyak masyarakat yang melakukan ngabuburit.

“Kami ingatkan warga, karena saat ini memang tengah diberlakukan PSBB. Kalau kepentingannya beli takjil, segeralah pulang setelah mendapatkannya,”ungkapnya, didampingi dua Satpol PP Kecamatan Luwimunding, Juhana dan Nurofik, Jum’at, 08 Mei 2020.

Ditanya tentang sanksi hukuman Push Up, Danramil menjawab, hal tersebut sebagai efek jera semata, peringatan ringan sebagai upaya pembelajaran, yang saat ini pemkab Majalengka dan Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat, juga tengah melakukan PSBB.

“Ya itu hanya peringatan saja. Semoga saja tersampaikan kepada yang lainnya. Minimal itu akan menjadi pengalaman yang akan disampaikan kepada teman-temannya,” pungkasnya.

Sementara itu, para petugas dari Kecamatan Leuwimunding, secara beriringan dan setiap sore, melaju dengan mobil berkeliling dan menyuarakan serta mengingatkan masyarakat. Toko swalayan dan mini market hanya boleh buka jam 08 pagi hingga jam 18.00 WIB. PKL hanya boleh buka jam 15.00 hingga 18.00 WIB. ( MC-02)

Comment here