BUDAYAWISATA

Jaga Jarak Jadi Festival Seni di Leuwimukti

Ada Badut Jaga Jarak Memakai APJ

MAJALENGKA – macakata.com – Di tangan para seniman, menghayati pandemi global yang masih berlangsung saat ini, jadi ajang yang menyenangkan.

Bila di tataran tenaga medis, ada Alat Pelindung Diri atau APD, di festival jaga jarak itu, ada sebuah alat dengan diameter lingkaran satu meter mirip holahop, yang bernama Alat Pelindung Jarak‎ atau APJ.

APJ ini digantungkan ke leher menggunakan taliplastik. Dan jadilah setiap orang yang memasuki arena Festival itu memakai benda tersebut. Secara otomatis, yang mau berkomunikasi antar satu orang dengan yang lainnya terhalang APJ tersebut.

Selain memakai APJ, cek suhu tubuh ‎dan memakai masker juga diterapkan. Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Masyarakat Leuwimukti Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, pada Minggu, 19 Juli 2020.

Festival Jaga Jarak dengan tema menghayati pandemi ini adalah yang ke-dua kalinya. Festival pertama telah berlangsung ‎pada tanggal 26 Juni 2020, hanya saja khusus di tataran internal sanggar dan paguyuban saja.

Penggagas festival ini adalah Oki Sandi, yang punya sanggar Gema Parahiyangan, di Dusun Leuwimukti Desa/Kecamatan Ligung.

Menurut Abah Geri Sukirman, yang menjabat sebagai Sesama Mirahma (Seniman Satatar Majalengka Milik Rakyat Majalengka) Ketua Divisi Satu Seni Tradisi Kabupaten Majalengka, mengatakan, masa pandemi ini telah ‎membuat aktivitas keluar rumah harus dibatasi.

“Namun di tangan seniman, kami punya pandangan berbeda. Kami bikin APJ dan jadilah festival jaga jarak,” ujarnya, Minggu sore,19 Juli 2020.

Sementara itu, sambutan penyelenggara, Oman Surahman, ‎mengatakan acara yang berlangsung di halaman Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah al-Munawaroh Leuwimukti ini, menampilkan berbagai atraksi kesenian, diantaranya, Kuda Lumping, Sampyong, Berokan, Kacapi Suling Live Gamelan, Rampak Topeng Beber, Tari Jaga Jarak, Angklung, Tari Belentung, instalasi APJ, Rampak Kuda Pencak, Badut Hitam dan Mural.

“Dengan banyaknya festival, akan mendukung eksistensi BIJB Kertajati. Dengan festival ini, juga sekaligus mengangkat seniman yang ada di Mjalengka tetap bersatu,” ungkapnya.

Kadiparbud, Lilis Yuliasih ‎mengatakan, adanya festival jaga jarak ini sekaligus mengedukasi masyarakat, tentang seni budaya yang ada di Kabupaten Majalengka.

‎”Festival ini cukup menarik, karena ada alat yang bernama APJ. Itu bagus dan unik.” ujarnya.

Lilis menambahkan, saat ini beragam pentas seni budaya dan festival telah dibolehkan, mengingat sudah ada Surat Edaran khusus dari Bupati Majalengka.

‎”Seni budaya dibolehkan untuk melakukan aktivitas berdasarkan Surat Edaran Bupati yang sudah disebarkan,” pungkasnya.

Hanya saja, pihak penyelanggara kegiatan menyayangkan terhadap pemerintah desa yang kurang respon terhadap kegiatan festival jaga jarak tersebut. ( MC-02)

Comment here