BERITA

Soal Seruan Jihad Dilafalkan Adzan

MAJALENGKA – macakata.com – Tujuh orang pelaku suara dengan irama adzan “Hayya Alal Jihad” itu telah meminta maaf. Proses permohonan maaf berlangsung di Desa Sadasari Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, Selasa malam, 01 Desember 2020.

Selain direkam secara video, tujuh orang itu, yakni Anggi, Candra, Asep, Ahmad, Sahad, Fuad dan Syarif melakukan tandatangan di atas surat pernyataan permohonan maaf. Surat itu ditandatangani di atas materai 6.000, diketahui dan ditandatangani plt. Kepala Desa Sedasari, Abdul Miskad. Disaksikan unsur Muspika, tokoh masyarakat setempat.

Kutipan dalam surat pernyataan mohon maaf itu,” Mungkin video kami yang sebelumnya sudah berbau sara, dan membawa-bawa nama agama, tapi kami tidak ada tendensi apapun ketika membuat video itu. Kami tidak bermaksud memfitnah, menuduh ataupun menyerang pihak manapun. Jika ada pihak yang risih dan merasa tidak nyaman dengan video kami itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam dan kami mengaku salah.”

Alinea berikutnya masih pada halaman surat pernyataan itu , ” Kami khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa di lain kesempatan. Kami berharap agar semua pihak dan umat Islam secara umum dapat menerima permohonan maaf kami.”

Sementara itu Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka telah merapatkan soal lafal yang mirip azan itu. Pertemuan ini berlangsung di Mako Polres. Semua sepakat bahwa lafal tersebut bukan azan. Itu tidak lazim.

Ketua MUI Majalengka, KH. Anwar Sulaeman mengatakan pihaknya berharap agar umat Islam khususnya di Majalengka agar tetap menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi oleh adanya video viral tersebut. Hal senada diungkapkan Ketua PCNU Majalengka, H. Dedi Mulyadi.

Sementara dari Ketua Muhammadiyah, H. Ajid mengatakan persoalan lafal “hayya alal jihad” yang viral dalam suatu video tersebut, memang harus disikapi serius, dalam arti jangan sampai terulang lagi dan muncul lagi. Mengingat hal tersebut tidak lazim.

“Teks azan yang benar itu, ‘Hayya alal sholah,” ujarnya.

Ketua PD. Persatuan Islam (Persis) Majalengka, Drs. Acep Saepudin mengatakan secara syar’i pelafalan ‘Hayya alal Jihad’ dalam konteks zan menyalahi aturan dan tidak ada contohnya dari zaman Rosulullah SAW.

“Secara syar’i jelas menyalahi dan tidak ada contoh dari Rosulullah SAW,” ujarnya.

Terpisah, Anggota DPR RI dapil Sumedang, Majalengka dan Subang, KH. Maman Imanulhaq mengatakan seruan jihad yang dilafalkan mirip azan itu tidak dibenarkan secara aturan. Jika menilik pada konteks jihad, ajakan tersebut juga tidak cocok dengan situasi sekarang, karena negara saat ini masih dalam kondisi aman dan damai.

“Pernah ada seruan dan ajakan sholatlah di rumah kalian masing-masing, pada zama Rosulullah SAW. Tapi itu bukan azan. Dan itu diucapkan pada saat kondisi musibah,” ungkapnya.

Maman berharap agar para pelaku yang menirukan lafal azan dengan jihad itu tidak mengulangi sikap serupa.

“Kayaknya mereka kurang piknik.” ujarnya.

Kepolisian Polres Majalengka dalam hal ini akan mendalami ke-tujuh pelaku tersebut masuk dalam aliran dan ajaran apa, mengingat video viral tersebut bisa saja ada motif lainnya.

Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi mengatakan pihaknya bersama Polres akan mendalami dan membina pelaku suara mirip azan tersebut. Sebab ada kemungkinan, video viral tersebut hanya sebatas ingin cepat populer dan ditonton banyak orang. ( MC-03)

Comment here