BERITAEKONOMIWISATA

Buka Tutup Obyek Wisata Majalengka

Antisipasi Lonjakan Pengunjung Wisata yang Datang ke Majalengka Demi Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

MAJALENGKA – macakata.com – Pekan lalu sebelum lebaran Iedul Fitri 1442 Hijriah, tiba-tiba saja nama Majalengka masuk dalam zona merah.

Nama Majalengka zona merah tersebut viral, menjadi perbincangan warganet. Apalagi, sepulau Jawa. Hanya Majalengka, satu-satunya zona merah di pulau Jawa. Saat ini memang statusnya sudah orange.

Sehari menjelang lebaran, Bupati Majalengka didampingi unsur Satgas Penanganan Covid-19 menggelar Konfrensi Pers di pendopo.

Usai lebaran, tepatnya hari Sabtu dan Minggu, 14 dan 15 Mei 2021, lonjakan ribuan wisatawan mendatangi sejumlah tempat wisata yang ada di Majalengka.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, pihaknya secara bergiliran, mendatangi tempat-tempat wisata yang didatangi ribuan pengunjung.

Pada intinya, Pemkab Majalengka memberlakukan sistem buka dan tutup untuk obyek atau tempat wisata Majalengka.

“Strategi atau langkah yang kita ambil yakni buka tutup. Kita ingatkan para pengelola wisata untuk menutup tempat itu, manakala sudah melebihi kapasitas 50 persen,” ungkapnya, usai berkeliling ke sejumlah tempat wisata Majalengka, Selasa, 18 Mei 2021.

Bupati menambahkan langkah tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di sejumlah tempat wisata, seperti Panyaweuyan, Situ Sangiang, Situ Cipanten, dan sejumlah tempat wisata yang memang pavorit dikunjungi warga.

“Sistem buka tutup itu sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, serta kapasitas maksimal di tempat wisata. Misalnya, kapasitas wisata itu 50% itu 400 orang, patokannya tiket karcis yang masuk 400. Maka tempat wisata itu harus tutup. Patokan maksimalnya seribu orang, maka kita batasi 400 orang saja,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, pemberlakuan sistem buka tutup tempat wisata Majalengka, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19.

“Pengelola kita ingatkan untuk on dan off, buka dan tutup. Kalau tutup total kan kasian juga, banyak pedagang lokal, ekonomi juga harus hidup, juga pengunjung yang mau liburan akan banyak kecewa, kita ambil jalan tengah. Tentu protokol kesehatan diterapkan secara ketat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka Eman Suherman mengatakan, Pemkab Majalengka telah melakukan antisipasi seperti yang Bupati Majalengka terapkan di tempat wisata.

“Kami pun melakukan penambahan ruang isolasi. Langkah ini telah sesuai dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi. Langkah antisipasi hingga dua minggu ke depan,” ujarnya.

Sekda menjelaskan langkah antisipasi ini memang suatu keharusan yang wajib dilakukan. Mengingat banyak pemudik yang berdatangan ke Majalengka. Hal ini tentunya cukup mengkhawatirkan.

“Kita terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Juga, kami melakukan langkah pengawasan, serta koordinasi dan dukungan logistiknya,” ucapnya.

Pemkab Majalengka, lanjut sekda Eman, telah melakukan upaya untuk memastikan pemudik yang melintas di wilayahnya dalam kondisi sehat. Pihaknya bekerja sama dengan Polres Majalengka dengan menyediakan fasilitas tes rapid antigen gratis di titik posko penyekatan.

“Kita kerjasama dengan kepolisian. Di setiap perbatasan Majalengka, di pos penyekatan kita sediakan rapid tes gratis,” ujarnya.

Terpisah, di wilayah Kecamatan Banjaran, tepatnya di wisata Situ Sangiang yang telah dikunjungi Bupati dan rombongan Pemkab, Kapolsek Banjaran AKP Dundun Kusmalyadi juga terus memantau tempat wisata Situ Sangiang.

Tempat wisata Situ Sangiang ini kerap didatangi warga luar Majalengka untuk berwisata ziarah.

“Masyarakat yang nekat datang berwisata, kami minta untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) demi mencegah penyebaran Covid-19. Pengunjung harus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun,“ ungkapnya. (hrd)

Comment here