BERITABUDAYAPENDIDIKAN

15 Tahun Eksistensi Unma, Sambut Baik Munculnya Kompetitor Perguruan Tinggi

MAJALENGKA – macakata.com – Usia ke 15 tahun makin memantapkan universitas terkemuka di Majalengka terlihat lebih dewasa. Unma, Universitas Majalengka tak takut bersaing dengan kemunculan perguruan tinggi baru di wilayahnya.

Makin banyak kompetitor, maka akan lebih menumbuhkan persaingan dalam memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

“Lebih banyak kampus atau kompetitor lain, maka akan menciptakan promosi bersama secara alami. Itu terjadi dimana saja. Persaingan itu baik dan menyehatkan,” ujar Rektor Unma, Profesor Dr. Sutarman, ketika wawancara di ruangan kerjanya, usai peringatan Dies Natalies Unma yang ke lima belas tahun, Sabtu, 12 Juni 2021.

Rektor Unma menambahkan semakin banyak perguruan tinggi di satu wilayah, maka akan tercipta yang disebut aglomerasi promosi yang ditanggung bersama dalam wilayah itu.

“Kalau pendapat saya, lebih banyak perguruan tinggi bermunculan, itu artinya saling menguntungkan, simbiosis mutualisme. Mari bersaing melayani masyarakat. Justru, semakin kompetitif semakin bagus,” ujarnya.

Meskipun begitu, diakui oleh sang rektor Unma, kendala Universitas Majalengka hingga saat ini, dari tahun ke tahun, masih kesulitan untuk memperbanyak jumlah mahasiswa.

“Peningkatan jumlah mahasiswa hingga saat ini masih jadi kendala. Problemnya klasik, yakni soal ekonomi. Juga, saat ini yang masih situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Rektor Unma menambahkan, hanya saja, kegembiraannya dalam mengelola kampus Unma dengan semboyan “Bernas Karena Kualitas” itu selalu ada saja. Sebagai salah satu contoh, ketika ada tawaran beasiswa, maka tak lama setelah itu, jumlah pendaftar yang akan jadi mahasiswa bertambah signifikan.

“Jika ada tawaran beasiswa langsung bertambah, banyak yang daftar,” ujarnya tersenyum.

Sejak berdirinya, Unma mempunyai peranan untuk mencerdaskan SDM Majalengka, memajukan ekonomi yang ada di Majalengka.

“Semoga minat belajarnya warga Majalengka ke-sininya makin tinggi, SDM harus selalu regenerasi,” ungkapnya.

Rektur Unma, Prof. Sutarman menceritakan, tiga tahun lalu, belum ada sistem informasi digital, kini, sudah banyak ejournal. Bahkan, setiap fakultas ada yang punya dua atau tiga ejournal.

“Dosen-dosennya pun antusias, belajarnya cukup tinggi. Jurnal internasional untuk para dosen, sekarang itu sudah banyak di Unma sini,” ujarnya.

Unma makin menancapkan taringnya di dunia pendidikan kampus perguruan tinggi. Bernas Karena Kualitas makin menancapkan taringnya.

Belum lama ini, Unma tercatat mewakili Indonesia untuk Asean mengikuti kompetisi robotika.

“Itu suatu kebanggaan, Unma dari Majalengka mewakili Indonesia untuk Asean,” tandasnya. (MC-03)

Comment here