BERITAFunKREATIFNewsPENDIDIKANTravelWorld

Ada Film Toleransi di Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg

Madrasah Alfalah Nagreg

Naskah Dibuat Hanya Dua Hari, Alumni dan Ustadz Terlibat Langsung

NAGREG – macakata.com – Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg yang terletak di Pon-Pes Al-Falah 2 Nagreg, untuk pertama kalinya membuat film pendek, dengan bertemakan toleransi berjudul LAM dan CRIS.

Tema toleransi menjadi lokus utama. Film ini diproduseri oleh Dr. Mukshin Abdurrahman (kepala sekolah Madrasah) dengan pimpro dan produser eksekutif oleh Ath-Thur dan Wafa Af.

Pihak Madrasah Al-Falah Nagreg menggaet alumninya, penyair Rendy Jean Satria, untuk menyutradarai dan menulis naskahnya. Dan asisten sutradara merangkap produser, yaitu Ustad. Yuyun Wahyudin.

Film bertemakan toleransi menjadi kongkrit di tengah keragaman dan perbedaan di Indonesia.

“Semoga film ini menjadi inspirasi kalau kita sejatinya dilahirkan dalam perbedaan dan menolak keras untuk saling menghina walau kita berbeda agama,suku maupun,ras. Perbedaan itu keniscayaan, bro,” ujar Rendy Jean Satria, melalui rilis yang dikirimkan ke redaksi macakata.com, Kamis, 04 November 2021.

Seluruh lokasi syuting dilakukan di Pon-Pes Al-Falah 2 Nagreg pimpinan KH. Cecep Abdullah Syahid. Semua pemain dan kru yang terlibat semuanya berasal dari Santri maupun Pengurus Pesantren.

“Kita harus memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di sini untuk terlibat dalam kerja kreatif pembuatan film Lam dan Cris” Kata Yuyun Wahyudin menambahkan, yang karya puisinya juga menjadi bagian dalam film tersebut.

Nagreg

Para pemain film pendek yang berasal dari santri putra dan putri harus siap melakukan casting dan latihan adegan.

“Semua pemainnya santri Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg, kami ingin mereka bisa berkontribusi bagi pembuatan film pendek ini” kata Nurdin Saeful Ardhi selaku pimpro, menjelaskan.

Film ini menceritakan seorang santri  bernama Alaika Salam (Faisal Azra Fazrian) rohis pesantren, yang ditugasi pihak pesantren, untuk menyambut dan menemani peneliti dari Flores beragama Kristen, bernama Cristian (Hijrah M.Sawway) yang memang sedang berkunjung ke pesantren untuk meriset.

Lalu muncul sosok Nun (Agil Thoriq) santri dan sahabat Alaika Salam yang tidak suka dengan Cris, karena Cris selalu memakai kalung salib di tengah-tengah pesantren, dan membaca kitab Injil di asrama pesantren.

Konflik kemudian terjadi antara Alaika Salam, yang memiliki sifat toleransi tinggi dengan Nun yang keras, yang menganut pandangan Islam Ekslusif dan menolak Cris berada di pesantren mereka, karena bisa menganggu akidah.

Film ini sejatinya untuk memberikan surplus kedamaian di tengah perbedaan yang ada. Pembuatan film ini berlangsung tujuh hari, dengan kameramen Ridwan One dan Sopian Baha, dan akan tayang perdana pertengahan November 2021 di kanal youtube Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg.

“Ketika saya diminta pihak madrasah untuk membuat film bertema toleransi ini, judul dan ide yang terlintas dibenak saya saat itu adalah Lam dan Cris. Islam dan Kristen maksudnya,” tandas Rendy Jean Satria, yang membuat naskah ini hanya dua hari. (MC-03)

 

 

 

Comment here