BERITABUDAYANewsWorld

Berdemo Tampilkan Seni

MAJALENGKA – macakata.com – Berbeda dengan aksi unjuk rasa sebelumnya, aksi demonstrasi dari GMBI Majalengka ini menampilkan kreasi seni.

Sebelumnya memang‎, ada orasi dan narasi yang disampaikan. Tentu seputar menyuarakan aspirasi masyarakat.

Terlebih, aksi mereka yang melibatkan sejumlah paguyuban, komunitas ‎ini pun tumpah ruah di depan kantor Kejaksaan Negeri Majalengka dan pendopo.

Mereka beraksi untuk memperingati, merayakan hari anti korupsi internasional. Hari Anti Korupsi se-Dunia.

Ketua GMBI Majalengka Haji Agus Tinus Subagja menyindir tentang sejumlah kasus dugaan korupsi‎, yang hingga kini masih terkatung-katung tanpa ada kejelasan.

Kasus dugaan korupsi yang ada di satu BUMD dan satu dinas disebut.

“Namun, saya di sini tak akan membahas itu. Kami di sini untuk memperingati hari anti korupsi. Pejabat seharusnya malu,” ujarnya, Kamis, 09 Desember 2021.

Haji Agus T Subagja kemudian menyebutkan bahwa, daripada dikorupsi, lebih baik dana atau anggarannya itu diberikan untuk para pelaku seni lokal.

“Karena mereka jarang mendapatkan perhatian. ‎Saya, kami bawa paguyuban seni. Silakan tampil adik-adik pencak silat,” ujarnya.

Pentas peragaan silat pun tampil jalanan di depan kantor Kejaksaan itu. Para pemimpin GMBI ‎tiap kecamatan bergantian menyawer. Memberikan sedikit rupiah kepada yang tampil itu.

Ketua GMBI yang sedang orasi, lantas tak mau ketinggalan. Menyawerkan uang pecahan nominal lima puluh ribu untuk personel pelaku seni anak-anak itu.

“Ini uang halal, mangga silakan diambil oleh adik-adik. Barangkali dari kalangan pejabat ada yang mau nyawer?” tanya Haji Agus secara retoris, masih dalam orasinya.

Kemudian, Agus pun menyindir para pelaku korupsi dan memberikan solusi kepada pejabat, agar sering menyawer pelajar yang konsen di bidang seni.

“Mangga, kalau dana korupsinya mau disawerkan ke anak-anak. Itu saya pikir lebih bermanfaat,” ucapnya, masih dalam orasinya. (MC-03)

Comment here