MACAKATA.COM – Aksi demo yang telah terjadi pada 11 April 2022 di Gedung DPR/MPR RI, soal tuntutan penolakan perpanjangan masa bakti jabatan presiden menjadi 3 periode, menimbulkan banyak spekulasi di tengah masyarakat.
Puluhan ribu mahasiswa turun ke jalan untuk menentang isu jabatan presiden menjadi 3 periode tersebut. Isu jabatan 3 periode ini, jelas-jelas akan merusak jalannya demokrasi di Indonesia, yang selama ini telah terbangun.
Setelah ada demo besar-besaran oleh demonstran di berbagai kota, Presiden melalui laman resmi Instagramnya membuat pernyataan,
bahwasannya pemilu tetap dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dan pemilihan kepala daerah serentak pada 24 November 2024
“Seharusnya dari awal presiden mengeluarkan pernyataan itu, sebelum terjadinya perpecahan kelompok dan polarisasi di tengah masyarakat termasuk para elite” tandas penyair asal Bandung, Rendy Jean Satria kepada macakata lewat pesan whatsApp, Selasa, 12 April 2022.
Sebelumnya, Rendy Jean Satria juga mengirimkan pendapat argumentasinya, mengkritisi terkait demokrasi di Indonesia yang menjadi mimpi buruk.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah menjawab keraguan masyarakat, termasuk keraguan mahasiswa yang ikut aksi pada 11 April 2022, melalui akun instagram miliknya.
Dalam akun tersebut, Jokowi menuliskan pemilihan umum mendatang akan dilaksanakan paa 14 Februari 2024. Lalu pemilihan Kepala Daerah serentak pada bulan November 2024.
Laporan yang saya terima menyebutkan anggaran pemilu dan pilkada tersebut, diperkirakan mencapai Rp110,4 triliun. Anggaran untuk KPU sebesar 76,6 triliun. Dan Bawaslu Rp33,8 triliun.
“Saya telah meminta jajaran terkait, untuk menghitung lagi lebih detail, baik yang dari APBN maupun APBD, agar dipersiapkan secara bertahap,” tulis Jokowi melalui akun instagramnya. Jawaban via akun Instagram ini telah dibaca sebanyak 348.864 ribu lebih. Ditanggapi lebih dari 10.214 komentar. (***)

Comment here