OPINI

Megah tapi Tak Ramah

Oleh : Noha Dian Saputra

MACAKATA.COM – Bangunan megah empat lantai ini berdiri gagah. Tampak sombong. Karena di sekitarnya, nyaris tak ada bangunan lagi. Dia seolah sendirian menunjukkan kepongahannya. Kegagahannya.

Ke belakangnya, hanya ada kebun dan pepohonan yang sebagian mulai ditebangi.

Bangunan ini tertera jelas bernama RSUD Talaga Majalengka. Selesai dibangun tahun 2020. Menelan anggaran sebanyak Rp46 milyar. Setidaknya itu masih tertulis jelas, dalam papan pengumuman informasi pengerjaan proyek di bawah gedung ‎RSUD Talaga itu.

Rumah Sakit Talaga Majalengka yang diharapkan banyak orang, yang tinggal di wilayah selatan Majalengka itu, kini telah mewujud. Harapannya, mereka tak lagi perlu jauh datang ke Majalengka Kota, hanya sekedar untuk berobat.

Realisasi gedung itu sudah berdiri megah. Gagah. Menunjukkan kemewahannya di tengah kebun dan mengalahkan swalayan yang ada di sebelah baratnya.

Warung dan toko di sekitar bangunan rumah sakit Talaga ini, juga masih hitungan jari. Bekas terminal Talaga itu, tahun tahun berikutnya hampir pasti akan ramai. Ekosistem ekonomi akan hidup. Roda pemberdayaan uang akan terus berputar.

Tapi tahunnya? Tahun kapan. Entahlah. Untuk sementara, gedung mewah bernama RSUD Talaga Majalengka itu, rumah sakit talaga ini tampak seram dan angker, meskipun dilihat siang hari.

Seram, karena tak ada satupun orang yang terlihat di gedung mewah itu. RSUD Talaga masih menunggu nafas nafas baru, yang setiap hari hadir menghidupi aktivitas pasien dan perawat. Saat ini, bangunan itu hanya megah tapi tak ramah. Tak ada tegur sapa dan canda tawa.

Andaikan saya sutradara dan produser film, saya akan tawarkan untuk shooting film horor, suster ngesot, jaelangkung, tuyul-tuyul, syetan syetan anarkis, aah… pokoknya yang bernama nada-nada seram. Saya pastikan akan syuting film adegan di sana.

Andaikan saya sutradara film, mudah sekali saya syuting film di gedung mewah dan megah itu. Cuaca dan suasananya sangat mendukung. Fasilitas sudah mewah dan megah. Itu sama seperti yang tertampil dalam film-film horor.

Soal dandanan aktor dan aktris, salon-salon di Majalengka dan penata riasnya, saya pikir sudah ahli merias wajah. Tinggal diarahkan saja, penekanannya pada horor dan seram. Lalu bayar sesuai tarif. Pemberdayaan ekonomi pun berjalan.

Sayangnya saya bukan sutradara. Tapi berandai andai boleh lah. Bayangngkan jika dua tahun dari sekarang, gedung megah itu masih kosong seperti saat ini.

Setahu saya, bangunan megah tanpa penghuni, akan mudah rusak. Itu bisa dilihat di rumah rumah yang baru dibuat, lantas lima tahun tak ditinggali sudah rusak parah. Betul, realitas itu nyata, rumah atau bangunan megah sekalipun, tanpa ada penghuninya akan mudah rusak.

Bangunan rumah sakit Talaga ini, di sekelilingnya tampak kusam. Pekarangan dan pagar seng dikelilingi rumput jalang ilalang yang tinggi tinggi.

Semak belukar tampak akrab bercumbu dengan bangunan baru, bernama RSUD Talaga Majalengka.

Jika diibaratkan wanita cantik, RSUD Talaga Majalengka ini cantiknya seperti artis aktris Drama Korea. Warna kulit putih dengan tampilan wajah yang menarik mata. Namun, cuek dan judesnya bukan main. Ditanya pun diam saja. Lelaki mana yang kuat dengan cewek cewek yang pendiam? Karena sejatinya perempuan itu bawel-bawel. Perempuan asyik itu biasanya cerewet.

Bisa dikatakan, RSUD Talaga Majalengka ini megah tapi tak ramah. Karena tak ada tegur sapa di kalangan sesama orang. Tak ada, dan belum ada tegur sapa antara pasien dengan perawat.

Tak ada parkir mobil maupun motor. Entah sampai kapan Bangunan megah ini tanpa penghuni. Membuat betah saja para suster ngesot dan hantu hantu tak terlihat di gedung itu.

46 milyar gedung megah itu, masih menunggu polesan berikutnya. Juga menunggu penghuni makhluk kasat mata bernama manusia.

Penulis adalah penyuka film. Pelahap bacaan fiksi ilmiah. Pengagum arsitektur

Comment here