BERITAEKONOMIWorld

Kolaborasi Bapenda dan Baznas Majalengka, Optimalkan PBB dan Pengumpulan ZIS

MAJALENGKA – MacaKata.com – ‎Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka Jawa Barat, berkolaborasi untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS).

Selama tiga hari berturut-turut, dari tanggal 20 -22 Juli 2022, Bapenda Majalengka dan Baznas melakukan kunjungan ke pelosok daerah dan ke kantor-kantor kecamatan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Majalengka, Haji Irfan Nur Alam mengatakan, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar penerimaan pajak dapat terserap.

Terdapat tiga aspek yang dominan terhadap optimalisasi pajak, salah satunya aspek kelembagaan.

“Bapenda hadir sebagai manifestasi kelembagaan sebagai motor dalam upaya mengoptimalkan pendapatan daerah di Kabupaten Majalengka,” ungkapnya.

Irfan menambahkan, ‎dari 11 komponen pajak daerah yang ada di Kabupaten Majalengka, yang menjadi primadonanya yaitu PBB.

“Optimalisasi PBB dilakukan dengan dua strategi khusus yakni ekstensifikasi dan intensifikasi. Kunjungan dan sosialisasi ini merupakan interpolasi daripada intensifikasi. Optimalisasi pajak itu digali dari objek dan wajib pajak yang telah terdaftar,” ujarnya, Jumat, 22 Juli 2022.

Irfan menuturkan, ‎pemenuhan optimalisasi Pajak Daerah khusus untuk PBB-P2 itu telah menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga diharuskan kepada para Kepala Desa dan Lurah yang ada di tiga wilayah ini, harus dapat lebih bekerja optimal dalam memenuhi realisasi target yang telah ditentukan.

Sebagai informasi terkait realisasi perolehan pajak sampai dengan data per-18 Juli 2022 di tiga kecamatan, untuk Kecamatan Majalengka baru terealisasi sebesar 50,16%, Kecamatan Cigasong sebesar 48,84% dan Kecamatan Panyingkiran sebesar 52% dari target yang telah ditetapkan.

“Kami berharap kepada para Kepala Desa dan Lurah harus lebih mengoptimalkan kembali terkait realisasi pendapatan pajak khususnya PBB-P2 ini,”ucapnya.

Terpisah, Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Yadi Ismail mengatakan Baznas hadir sebagai mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka untuk membantu penyaluran zakat. Pemanfaatannya yakni untuk mengatasi permasalahan sosial.

“Soal pengumpulan ZIS, Zakat ASN merupakan program kolaborasi antara Pemda Majalengka dan Baznas Majalengka,” ungkapnya.

Agus menambahkan, jumlah pengumpulan zakat ASN, 98 % muzaki masih dari kalangan ASN di Lingkungan Pemda Majalengka. Tercatat baru 40% dengan jumlah masuk dana per bulannya.

“Angka ini terus mengalami tren positif dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun target  Baznas Majalengka di tahun 2022 yakni sebesar 25 miliar. Adapun target pengumpulan dari Baznas Majalengka pada tahun ini, ada perubahan,  dari 1.200 Mustahik menjadi Muzaki,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, upaya yang dilakukan Baznas Majalengka demi mencapai target tersebut yaitu dengan program Gerakan Sedekah Infaq Dua Ribu atau Gasibu. Program tersebut untuk masyarakat muslim di setiap Desa/Kelurahan dan Kecamatan di seluruh Kabupaten Majalengka.

“Selain itu ada juga program UPZ berdaya, UPZ adalah Unit Pengumpul Zakat, merupakan satuan organisasi yang dibentuk BAZNAS Kabupaten/Kota untuk mengumpulkan zakat, di tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan,” ucapnya.

Hal terpenting lainnya, masih kata Agus, penyaluran hasil dari pada zakat tersebut dikemas dalam program-pogram Baznas lainnya yaitu Majalengka Cageur (kesehatan), Majalengka Bageur (Kemanusiaan), Majalengka Bener ( Dakwah dan Advokasi), Majalengka Pinter ( Pendidikan), Majalengka Singer ( Ekonomi),” tandasnya.

Bupati Majalengka, H.Karna Sobahi mengapresiasi kegiatan sosialisasi peningkatan pengoptimalan PBB dan ZIS di Kecamatan di wilayah Kabupaten Majalengka ini.

Pajak itu berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, karena dari hasil pajak itulah hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Majalengka dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Untuk itu kepada para kepala desa dan lurah diharapkan untuk bekerja lebih optimal demi mencapai target yang telah ditetapkan terkait PAD salah satunya dari pajak PBB-P2,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, soal pengumpulan ZIS, hal tersebut merupakan gerakan kesalehan sosial. Programnya Baznas Majalengka mampu menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Bupati menghimbau untuk masyarakat muslim di Kabupaten Majalengka untuk senantiasa menunaikan zakat dan mendukung program dari Baznas Majalengka terkait pengumpulan zakat, dengan pembentukan UPZ di tiap-tiap desa dan kelurahan.

“Untuk itu peran kepala desa dan lurah menjadi penting dalam mengawasi. Sementara, penyaluran dari zakat tersebut sudah pasti akan tepat kepada yang berhak menerimanya,” ucap Bupati Majalengka. (MC-07)

Comment here