BERITAPENDIDIKAN

Menangkal Ekstrimisme, Disabilitas Perjuangkan Perdamaian Lintas Iman

JAKARTA – MacaKata.com – Perwakilan Komunitas disabilitas yang tergabung dalam koalisi anak muda untuk perdamaian, diinisiasi oleh Peace Leader Indonesia, Kami Damai serta Aman Indonesia terus berjuang dan memperjuangkan pembangunan perdamaian dan kesetraan di kalangan pemuda agar terbangun kohesi sosial yang inklusif.

Pertemuan diskusi dan sharing ini dipusatkan di Gedung Pramuka lantai 14, Senin, 8 Agustus 2022 lalu.

Kesimpulan dalam pertemuan yang berasal dari Jember dan Jawa Barat sebanyak 10 orang perwakilan itu, perwakilan Peace Leader Indonesia Kami damai ( koalisi anak muda untuk perdamaian ) Indonesia di fasilitasi aman Indonesia melakukan presentasi hasil forum pemuda untuk Perdamian dan keamanan  Youth Peace.

Partisipasi bermakna pemuda dalam pencegahan ekstrimisme berbasis kekerasan di Indonesia. Dialog dan diskusi perwakilan pemuda dengan deputi kerjasama BNPT RI Bapak andhika Chrisnanyudhanto. Dilanjut penyerahan policy brief oleh Ulya Aufiya Muthmainah dari Kami Damai.

‎”Kegiatan hanya sehari di tanggal itu. Audiensi ini sempat terhalang oleh pandemi Covid-19,” ujar Ulya, Ahad, 21 Agustus 2022.

Ulya menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas usulan rekan-rekan disabilitas terkait YPS dalam RAN PE. Memetakan potensi kerjasama untuk advokasi RAN YPS , dengan dukungan BNPT dan Kemenpora.

“Kami diterima oleh Pak Andhika, Deputi Kerjasama Internasional beserta jajaran BNPT RI,” ucapnya.

Ulya menuturkan, YPS sendiri terfokus pada keamanan dan perdamaian untuk anak muda dari beberapa kalangan. Peserta audiensi juga melibatkan perwakilan dari Ahmadiyah dan kalangan lintas iman, termasuk disabilitas.

‎Tergabung dalam koalisi anak muda untuk perdamaian, audiensi tersebut diharapkan dari beberapa hasil pemaparan rekomendasi Kami terhadap pemerintah, agar pemerintah bisa mewujudkan perubahan terhadap fenomena fenomena yang muncul saat ini.

“Terutama tindakan ekstrimisme yang dapat memecah belah Kesatuan Kebhinekaan Indonesia.

Untuk saya yang mewakili kelompok Disabilitas. Saya rasa hal ini perlu didorong. Karena  Disabilitas adalah kelompok yang sering menjadi objek , dimana itu berpengaruh ketika paham paham kajian ekstrimesme masih sering terjadi di lingkungan masyarakat.Sehingga tentu nya keamanan dan hidup damai mereka terancam,” papar Ulya.

Ulya menjelaskan, kegiatan itu dinilai sangat penting untuk teman disabilitas  guna mencegah masuknya paham radikal. Sekaligus untuk mewujudkan kesetaraan gender yang adil.

“Pun merupakan bagian komitmen terwujudnya partisipasi aktif Disabilitas sebagai subjek pembangunan di segala aspek

Perwakilan komunitas Disabilitas yg tergabung dalam koalisi anak muda untuk perdamaian,” ujarnya. (Herik)

Comment here