OPINI

Masyarakat Senang Didatangi

MACA – Kontestasi ‎pemilihan umum memang menarik. Hajat demokrasi lima tahunan ini, bagi sebagian kalangan masyarakat adalah kue yang rajin datang.

Apa sebabnya? Karena di zaman yang serba mahal ini, bertamu ke teman atau saudara tentu akan pikir-pikir ulang. Karena tamu itu terkadang menyusahkan. Teman yang akan didatangi, belum tentu punya kopi.

Tetapi, jika kedatangan tamu calon anggota legislatief, sudah pasti tamu tersebut akan membawa oleh-oleh dan jamuan, atau pengganti modal untuk membeli kopi.

Kalau tamu tersebut caleg, sekaligus masih menjabat anggota DPR ( Kabupaten, Provinsi maupun RI), tuan rumah yang akan didatangi tamu, tentu saja akan dengan senang hati menerimanya. Faktor senang itu bisa dijabarkan. Pertama, senang karena diaku teman.

Kedua, senang karena bisa ngobrol. Ketiga, senang karena pasti jamuan kopi dan makan akan diganti. Keempat, tentu saja bisa dengan leluasa meluapkan keinginan dan harapan masyarakat sekitar, terkait kebutuhan ke depan. Kelima, tentunya ngobrol apa saja terkait situasi terkini tentang politik dan bicara tentang pemenangannya.

‎Semua caleg harus bertanggungjawab pada jamuan kopi dan rokok. Sebab, jika caleg modal cocot dan ubrus, kemungkinan besar tak akan dipilih, itu pasti. Selain itu, dia yang datang tanpa ada pengganti jamuan dan transport, telah mendzolimi si pemilik rumah, karena menjamu tamu, sekaligus mendatangkan para tetangga itu juga butuh modal.

Caleg yang akan bertamu tentu saja harus menyediakan kos anggaran ngopi dan ngarokok. Apalagi kalai incumbent, sudah jelas anggarannya juga pasti. Uang duduk, snack dan makan siang itu pasti.

Intinya, hajat kontestasi menjelang pemilu thun 2024 ini adalah momen bagi tokoh masyarakat yang didatangi caleg-caleg. Sudah dulu lah. Artikel ini singkat saja. ****

Comment here