MAJALENGKA – macakata.com – Ada banyak bibit pohon Palem di lingkungan SMPN 1 Kasokandel Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Sementara, di sekolah lainnya belum pernah ada.
Oleh karenanya, SMPN 1 Kasokandel ini dinyatakan sebagai pionir dan diharapkan menjadi role model atau percontohan untuk diikuti oleh SMP SMP lainnya di Kabupaten Majalengka.
Menurut penuturan sejumlah siswa, pembibitan dan pengembangan pohon palem sengaja dilakukan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan, sekaligus mempraktikkan ilmu secara nyata.
Kepala Dinas Pendiidikan (Kadisdik) H Rd Moch Umar Marup mengapresiasi secara positif semua hal kreativitas yang ada di SMPN 1 Kasokandel yang ditampilkan pada momentum Universary ke -47 tahun 2025 ini.
Soal pembibitan pohon Palem di sekolah merupakan satu- satunya sekolah SMP di Kabupaten Majalengka, sehingga bisa dijadikan percontohan.
“Baru di sekolah ini saja. Saya berharap, pembibitannya mudah dan murah, sehingga bisa diikuti oleh setiap SMP di Kabupaten Majalengka, dengan pengembangkan tanaman pohon palem,” ujar Kadisdik, Selasa, 02 September 2025.
Umar menambahkan SMPN 1 Kasokandel kini memasuki usia 47 tahun, lingkungan sekolahnya cukup tertata dengan baik dan tingkat kreativitasnya terlihat pada melukis atau membuat tempat sampah dengan bahan -bahan bekas. Gak inibcukup membanggakan untuk peningkatan pendidikan karakter anak.
“ Kami berterima kasih kepada Kepala sekolah bersama para guru yang telah membina dan mendidiknya semoga bisa lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, kepala SMPN 1 Kasokandel, Ahmad Syukur mengatakan peminat untuk bersekolah di SMPN1 Kasokandel terus meningkat. Pada dua tahun terakhir ini jumlah siswa baru meningkat dan tahun ini ada sejumlah 859 siswa dengan jumlah guru dan TU hanya 58 orang saja. Pada momen HUT ke 47 SMPN 1 Kasokandel digelar karya dan kreativitas siswa dan lomba lomba antar SD/ MI yakni lombba futsal dan lomba nyanyi solo.
“Kami juga mempraktekan teori yang diberikan kepada siswa dengan langsung praktek seperti dengan kegiatan bazar, tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa,”ungkapnya.
HUT ke 47 tahun ini digelar selama 2 hari untuk mempraktekan teori dan praktek yang diperoleh oleh para siswa.
“Ada juga koleksi koin mata uang dari masa kemasa sehingga orang tahu kion uang rupiah dari tahun ketahun,’ ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iwan Rusmawan menambahkan bahwa lahan untuk penambahan ruabg belajar di SMPN 1 Kasokandel. Sebab sudah tidak ada lahan lagi, kecuali gedungnya ditingkat, sementara jumlah siswa baru ke sekolah ini terus meningkat.
“Semoga kreativitas siswa SMPN 1 Kasokandel terus meningkat dan lebih maju lagi,” ucapnya. (Acil Erik)

Comment here