BERITAPENDIDIKAN

Dekan FAI Unma : Mencerdaskan, Menggerakkan dan Berdampak

 

Majalengka – Dr. E. Mulya Syamsul, M.Ag selaku dekan FAI Unma periode 2026-2030 telah bertekad untuk menjalani tugas dengan amanah dan sebaik-baiknya.

 

Serah Terima jabatan dengan Dekan FAI periode sebelumnya berlangsung sederhana di salah satu ruangan fakultas agama Islan Universitas Majalengka. Meski sederhana namun tetap khidmat

 

Dalam sambutan yang, Dekan FAI yang baru, E Mulya Syamsul mengatakan, FAI harus lebih baik dari sebelumnya dan siap untuk lebih unggul dalam hal akademik, juga berdampak, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, bermartabat dan mengedepankan nilai-nilai moral spiritual

 

” FAI, mencerdaskan, menggerakkan, berdampak, ” ujar Mulya Syamsul usai sambutan, yang diikuti oleh tamu undangan, Sabtu (23/5/26).

 

Masih kata Dekan FAI Unma yang baru, mengucapkan rasa terima kasih nya kepada Dekan FAI UNMA Periode 2022-2026, Bapak Dr. Abu Syahbudin, M.Ag.

 

“Terima kasih atas segala dedikasi dan fondasi yang telah Bapak bangun, ” ujarnya.

 

Menerima jabatan dekan pada tahun 2026 ini bukan sekadar menerima SK atau fasilitas jabatan. Bagi Mulya Syamsul, hal ini adalah penerimaan tongkat estafet untuk membawa FAI UNMA memasuki gerbang Akselerasi Mutu.

 

“Saya menyadari bahwa dunia pendidikan hari ini tidak memberikan ruang bagi mereka yang hanya sekadar “menjalankan tugas”. Kita berada di era di mana hasil harus tampak, dampak harus terasa, dan kualitas harus terukur, ” ucapnya.

 

Visi Dekan FAI yang baru untuk periode 2026-2030 sangat gamblang: Kita akan meletakkan fondasi terkuat menuju FAI Unggul Nasional 2034. Ini bukan slogan kosong.

 

“Saya membawa target yang sangat terukur untuk kita capai bersama dalam empat tahun ke depan, ” Ungkapnya.

 

Programnya yakni Akselerasi Kualifikasi SDM. Pada 2030, pihaknya menargetkan minimal 65% dosen kita sudah bergelar Doktor (S3), menuju 80% di tahun 2034. Tidak ada lagi alasan untuk menunda studi lanjut.

 

Integritas Riset. Saya mewajibkan setiap dosen menghasilkan minimal satu publikasi ilmiah per semester pada jurnal minimal Sinta 2. Kita akan bergeser dari sekadar mengajar menjadi komunitas peneliti yang memberi solusi.

 

Budaya Mutu Lulusan: Kita akan menerapkan kurikulum berbasis *Outcome-Based Education* (OBE) secara penuh. Target kita jelas: masa tunggu kerja lulusan FAI tidak boleh lebih dari 6 bulan, dengan 10% di antaranya menjadi wirausaha mandiri. Dan, yang terakhir yakni program Akreditasi.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas FAI Unma periode 2022-2026, Abu Syhabudin mengatakan semoga kita semua bisa amanah, yang kita harapkan adalah prosesnya. Kita harapkan Unma lebih bagus di masa yang akan datang

 

“Jika ada apapun selama saya menjabat ada hal yang jelek mohon agar tidak diikuti. Namun jika ada kebaikan, mangga bisa diteruskan dan dilanjutkan. Saya titip, agar FAI Unma bisa lebih baik lagi, ” ungkapnya. ( Acil )

Comment here