Sebisa mungkin hidup kita harus dibawa santai dan hati yang tenang, meski datang cacian, hinaan yang begitu derasnya dari mereka para pembenci kepada kita. Hal itu, cukup kita anggap omong kosong dan tak perlu lawan lagi dengan emosi yang memuncak.
Mereka itu merasa dirinya lebih sempurna dan tak pernah merasa salah sehingga karena dasar kesembongan itu mampu memberikan luka kepada hati orang lain. Lebih baik untuk tidak dipedulikan.
Terus membuka lembaran kertas hidup kita yang diisi dengan tulisan tulisan yang bisa membawa manfaat besar pada diri kita dan mengubah kehidupan kita lebih baik dari hari hari sebelumnya.
Jika hanya mengurusi orang yang telah mengusik kehidupan kita apa untungnya dan tidak akan membawa dampak apapun. Biarkan itu yang mengurus Sang Pencipta atas apa yang telah diperbuat.
Langkah kita kedepan masih panjang jangan terhalangi oleh orang – orang yang mengusik kita, karena perjalanan hidup masih banyak yang harus di tempuh dan tak lain dalam beramal.
Ini agar ketika kita telah pergi dari dunia ini ada bekal yang menghantarkan kita ke akherat kelak. Jika mampu melewati semua itu maka Allah swt. pun senantiasa akan memberikan jalan dan selalu ada dalam perlindungan-Nya.
Lebih baik kita menjadi manusia mulia di sisi Allah swt. daripada kita terlalu sibuk mengurusi orang lain yang telah mengusik hidup kita. Dengan Allah swt. kita komunikasi karena Dia-Lah yang menuntun kita setiap langkah dalam hidup ini. makin sulit fokus dan gampang lupa belakangan ini? Cobalah untuk berhenti menggunakan internet di ponsel selama dua minggu. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PNAS Nexus mengungkapkan hasil yang sangat mengejutkan: “puasa” internet mobile selama 14 hari terbukti bisa mengembalikan ketajaman otak atau kemampuan kognitif setara dengan kondisi 10 tahun lebih muda!
Dalam uji coba tersebut, orang yang membatasi akses data seluler di HP mereka mengalami peningkatan drastis dalam perhatian berkelanjutan (sustained attention) dan kesejahteraan mental secara keseluruhan. Ternyata, stimulasi konstan dari notifikasi dan konten media sosial yang nggak berhenti-berhenti di HP adalah beban yang sangat berat bagi otak kita, yang akhirnya mempercepat penuaan mental.
Hal yang menarik adalah lo nggak perlu mematikan internet secara total. Lo tetap boleh menggunakan komputer untuk bekerja atau sekadar telepon dan SMS. Kuncinya adalah memutuskan “tali pusar” data seluler yang bikin lo selalu merasa harus mengecek HP setiap menit. Dengan begitu, otak punya waktu buat istirahat dari gangguan (distraction) dan memulihkan fungsinya kembali secara alami.
Detoks digital ini bukan cuma soal ketenangan batin, tapi soal menjaga kesehatan jangka panjang organ terpenting lo yaitu otak. Hasil studi ini menjadi peringatan bagi masyarakat modern bahwa ketergantungan kita pada internet mobile sudah di tahap yang mengkhawatirkan. Hanya dengan jeda dua minggu, lo bisa mendapatkan kembali ketajaman mental yang lo punya sepuluh tahun yang lalu. Layak banget dicoba.

Comment here