BERITAPENDIDIKAN

Mendikdasmen Dukung Budaya Sekolah Ramah Anak di Pesantren

MAJALENGKA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mut’i, menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Penegasan tersebut disampaikannya saat meresmikan revitalisasi gedung sekolah di Yayasan Pendidikan Al-Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Al-Mizan telah menerapkan konsep sekolah ramah anak. Para guru didorong untuk terus memotivasi siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menenangkan,” kata Mu’ti.

Mendikdasmen berharap program revitalisasi gedung sekolah tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas fisik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

“Karena itu kami ke sini bukan hanya dalam rangka peresmian fasilitas revitalisasi di Al-Mizan, tetapi juga ingin melihat langsung bagaimana model pendidikan yang ramah anak,” tambah Mu’ti.

Pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka memiliki sistem pendidikan yang lengkap mulai PAUD hingga sekolah menengah. Lembaga ini juga dikenal karena program pemberdayaan santri dan masyarakat sekitar yang intensif.

Mendikdasmen juga menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi praktik perundungan di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan oleh sesama siswa maupun oleh tenaga pendidik.

“Tidak boleh ada perundungan sama sekali, baik oleh murid maupun guru,” tegasnya.

Dengan lingkungan pendidikan seperti itu, Mu’ti berharap sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Ia menambahkan, konsep pendidikan ramah anak saat ini terus digencarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar dapat diterapkan secara luas di seluruh sekolah di Indonesia.

Budaya sekolah yang aman dan nyaman akan mendorong anak berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun karakter.

Pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka juga telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial, dengan berbagai program yang mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar.

Mendikdasmen Abdul Mut’i berharap Al-Mizan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menerapkan konsep pendidikan ramah anak.

Pengasuh ponpes al-Mizan Jatiwangi, KH. Maman Imanulhaq mengatakan pihaknya telah menerapkan konsep ramah anak dalam manajemen pendidikan di lingkungan sekolah. Pihaknya sangat menjunjung tinggi hubungan komunikasi antara pihak sekolah dengan para santri maupun orangtua santri. ***

Comment here