Melihat antusiasme kelas penggerak Gusdurian Majalengka pertemuan ke-dua
MAJALENGKA – Kelas Penggerak Gusdurian Majalengka kembali menggelar pertemuan kedua pada tanggal 13, 14 dan 15 Februari 2026. Dengan semangat yang semakin membara. Bertempat di Kabupaten Majalengka, kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang yang antusias mendalami nilai-nilai gerakan dan pemikiran Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Pertemuan kedua menurut Intan Damayanti sebagai koordinator komunitas Gusdurian Majalengka ini, menjadi momentum penguatan komitmen para peserta dalam menginternalisasi sembilan nilai utama Gusdurian, seperti ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, sikap ksatria, dan kearifan tradisi. Diskusi berlangsung dinamis dan reflektif, menunjukkan meningkatnya pemahaman sekaligus kepedulian peserta terhadap isu-isu sosial, keberagaman, dan kemanusiaan.
Para fasilitator muda Dewi Mayangsari, Muh Tsabit Faturahman dan Fiki Hasbiyanti yang di damping oleh fasilitator pusat mbak Rifa dan Moh Syiswanto yang dari Yogjakarta mengajak peserta untuk tidak hanya memahami pemikiran Gus Dur secara teoritis, tetapi juga menerjemahkannya dalam gerakan nyata di tengah masyarakat. Semangat “gerak” dalam Gusdurian ditekankan sebagai aksi kolektif yang membumi—membangun toleransi, merawat kebhinekaan, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan tanpa diskriminasi.
Suasana pertemuan terasa lebih hidup dibandingkan sesi sebelumnya. Peserta aktif menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, serta merancang tindak lanjut gerakan di lingkungan masing-masing. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur tetap relevan dan menginspirasi generasi muda hari ini.
Kelas Penggerak Gusdurian Majalengka diharapkan terus menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan bergerak bersama dalam merawat Indonesia yang damai dan berkeadaban. Melalui forum ini, semangat perjuangan Gus Dur tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat. ***

Comment here