BERITAPENDIDIKAN

Atlet Karate Majalengka Kembali Juara Dunia, Namanya Rindu Lionel Messi

MAJALENGKA – Atlet Karate dari Kabupaten Majalengka Jawa Barat kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Juara dunia datang dari seorang siswa sekolah dasar di Desa Tarikolot Kecamatan Palasah.

Namanya Rindu Lionel Messi, atau akrab disapa Rindu Bule, mengingat wajahnya dan warna keseluruhan kulit badannya putih seperti warga Jepang atau aktris Korea.

Saat ini, Rindu masih duduk di kelas 2 SDN Tarikolot I. Ia telah tercatat mengikuti jejak kakaknya (Lala Diah Pitaloka) meraih juara pertama tingkat internasional. Rindu sukses meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Karate Shureido U-10 Individual Kata Female, yang digelar di Jakarta pada 4–6 Juli 2025.

“Saya telah suka Karate sejak usia 5 tahun. Saya senang karena telah juara, juga senang karena bisa mengikuti jejak kakak, ” ujar Rindu, saat ditemui di tempat latihannya, tak jauh dari rumahnya, Sabtu, 19 Juli 2025.

Ketua Inkai Majalengka, Idi Sayidiman mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan perolehan juara dunia yang diraih oleh atlet-atlet yang berasal dari Kabupaten Majalengka. Saat ini tercatat ada sepuluh atlet Karate yang telah membawa nama harum Majalengka menorehkan prestasi sebagai juara internasional.

“Yang terbaru, Rindu Lionel Messi juara internasional mendapatkan medali emas, dan kejuaraan itu telah diakui dunia, ” ungkapnya, juga merupakan ayah dari Rindu.

Idi menjelaskan saat ini pihaknya tengah bersiap untuk menghadapi event selanjutnya yakni Polda Jabar yang akan segera digelar pada September 2025 mendatang.

“Hampir setiap hari kami berlatih di Dojo ini, ” ucapnya.

Ditanya soal kendala, Idi menjawab tempat latihannya itu masih jauh dari kata layak. Ia berharap agar ada pihak-pihak tertentu baik itu pemerintah maupun swasta yang peduli untuk menyemangati para atlet Karate.

“Meski begitu kami tetap berlatih dengan semangat, ” tandasnya.

Terpisah,  sekretaris Inkai Majalengka, Iding Sahidin mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencari figur baru untuk kepemimpinan di organisasi Forki. Mengingat masih ada kekosongan jabatan ketua.

“Semoga ada sosok atau figur penggantinya. Kita patut berbangga diri, sebab atlet-atlet di kita, asal Majalengka telah kembali menorehkan prestasi juara dunia, ” tuturnya. (Erik Acil)

Comment here