MAJALENGKA – Komunitas Jaringan Gusdurian melalui Gusdurian Majalengka menggelar kegiatan Walking Tour sebagai upaya mempererat persaudaraan lintas agama, budaya, dan tradisi dalam bingkai keberagaman bangsa Indonesia.
Menurut pdt Yayan Heriyanto Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para peserta untuk saling mengenal dan memahami praktik keagamaan, nilai-nilai budaya, serta tradisi yang hidup di tengah masyarakat Majalengka. Dengan berjalan kaki menyusuri titik-titik penting keberagaman, peserta diajak berdialog langsung, mendengarkan cerita, serta merasakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh toleransi.
Koordinator gusdurian Intan Damayanti dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa Walking Tour bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk menumbuhkan empati dan sikap saling menghargai. “Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan yang setara dan penuh persaudaraan,” ujarnya.
Selain mempererat relasi antarmanusia, Walking Tour juga menjadi sarana mendekatkan manusia dengan lingkungannya. Para peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar, menjaga kebersihan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Nilai-nilai yang diwariskan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tentang kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan menjadi semangat utama dalam kegiatan ini. Semangat tersebut diwujudkan dalam aksi nyata, membangun harmoni sosial sekaligus perdamaian.
Melalui Walking Tour, Gusdurian Majalengka berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami keberagaman secara teori, tetapi juga mampu merawatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa merawat kebinekaan dan menjaga perdamian dapat dilakukan dengan langkah sederhana, dimulai dari berjalan bersama dan saling menyapa. ***

Comment here