BERITA

Warga Desa Gunung Kuning Dilatih Manajemen Keuangan

 

MAJALENGKA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka menetapkan Desa Gunung Kuning Kecamatan Sindang sebagai desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).

 

Kegiatan EKI ini, peresmiannya dihadiri oleh pihak perbankan, pengelola BUMDes, serta pelaku UMKM. Kegiatan ini berlangsung di aula kawasan wisata Situ Cipanten. (16/04/2026)

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Rahmat Kartono, mengatakan objek wisata Situ Cipanten menurut penilaiannya telah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, OJK bersama pemkab Majalengka menghadirkan solusi melalui kemudahan akses ke lembaga keuangan resmi.

 

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan, kehadiran OJK di kawasan wisata Situ Cipanten ini bertujuan mendorong pengembangan ekonomi masyarakat dengan dukungan sektor keuangan. Perbankan dihadirkan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memperoleh akses permodalan, menabung, serta membiayai kebutuhan pendidikan.

 

“Sehingga nantinya akan mempermudah masyarakat, ” ucapnya.

 

Sementara itu, Bupati Majalengka H. Eman Suherman, mengatakan program EKI bertujuan membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga resmi sekaligus memutus ketergantungan terhadap pinjaman ilegal, seperti bank emok dan pinjaman online ilegal.

 

“Desa Gunung Kuning ini jadi percontohan bagi desa lain di Majalengka. Bisa jadi nanti percontohan tingkat nasional, ” ujarnya.

 

Bupati menambahkan, potensi wisata Situ Cipanten serta berkembangnya UMKM di Desa Gunung Kuning menjadi keunggulan yang tidak dimiliki desa lain di wilayah Kabupaten Majalengka.

 

“Program ini menyasar kalangan peran perempuan dalam mengelola keuangan keluarga,” Ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Bupati Majalengka berharap, dengan edukasi dari OJK dan perbankan, khususnya para ibu dapat lebih bijak dalam mengatur keuangan dan mengembangkan usaha.

 

Sementara itu, pengelola wisata Situ Cipanten, Yosep mengatakan, pihaknya mengapresiasi program ini. Sebagai catatan, kunjungan selama tahun 2025 meningkat pesat karena melebihi jumlah yang ditargetkan. Dalam catatannya, tahun 2025 lalu, jumlah kunjungan melebihi dua ribu orang lebih dalam satu tahun. Sementara targetnya hanya seribu lima ratus.

 

“Tahun ini kita targetkan tiga ribu pengunjung, ” ucapnya. ( Acil Erik)**

Comment here