OPINIPENDIDIKANTOKOH

Pemberdayaan Ekonomi dan Kesetaraan Gender

Oleh : Idah Wahidah, S.Ag., M.Si

Sejak tahun 1948, masalah kesetaraan gender serta penguatan posisi perempuan telah diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia di tingkat global, sebagaimana tertera dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh PBB. Kesetaraan gender seharusnya menciptakan keseimbangan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan.

Partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Jumlah perempuan yang bekerja di Indonesia dan negara lainnya terus meningkat karena beberapa faktor, termasuk semakin banyaknya peluang pendidikan bagi perempuan, keberhasilan program pengaturan keluarga, tersedianya layanan penitipan anak, serta kemajuan teknologi yang memudahkan perempuan untuk menangani masalah rumah tangga dan pekerjaan secara bersamaan. Peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tidak hanya berpengaruh pada dinamika pasar kerja, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan perempuan dan keluarganya. (Fathia dkk, 2022).

Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah elemen krusial yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan ekonomi. Di sisi lain, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga sangat berkaitan dengan isu gender (Arifin, 2018). Kesetaraan gender merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi yang dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. Kesetaraan gender yang terwujud akan mengakses peluang yang lebih adil bagi semua orang dalam meningkatkan produktivitas di sektor produksi dan konsumsi.

Kondisi ekonomi yang terus tumbuh dan memerlukan banyak sumber daya memberikan perempuan lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Pembangunan manusia memasukkan kesetaraan gender sebagai salah satu pokok utama. Dalam hal ini, pembangunan didefinisikan sebagai pencapaian yang adil dan merata, yang melibatkan berbagai generasi, etnis, gender, dan wilayah. Pentingnya keempat aspek tersebut dalam pembangunan sejalan dengan kesepakatan internasional yang telah diakui. Peran perempuan dalam ekonomi sangat besar, sehingga program yang ditujukan untuk memberdayakan ekonomi perempuan menjadi suatu kebutuhan.

Pertumbuhan ekonomi suatu negara berhubungan erat dengan pencapaian kesetaraan gender. Pertumbuhan ekonomi akan lebih pesat jika ada keseimbangan peran gender dalam semua sektor, termasuk pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan pendapatan. Kesetaraan gender memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sebuah kesimpulan yang didukung oleh hasil penelitian tentang dampak Indeks Pembangunan Gender terhadap pertumbuhan ekonomi. Penemuan ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip-prinsip kesetaraan gender sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kebijakan yang dapat mendukung kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dapat diterapkan melalui beberapa cara, seperti meningkatkan investasi dalam program yang secara langsung membantu pemberdayaan perempuan, termasuk akses pendidikan dan pelatihan keterampilan. Selain itu, pelaksanaan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender harus lebih bersifat kontekstual dan responsif terhadap perubahan dalam struktur ekonomi di setiap provinsi. (Rhani, 2024)  Langkah-langkah konkret harus diambil untuk mengatasi ketidaksetaraan yang semakin jelas seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik dan terfokus pada tingkat provinsi dapat menjadi dasar bagi perbaikan dan perubahan menuju kesetaraan gender yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Kebijakan yang dapat mendukung kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dapat diterapkan melalui beberapa cara, seperti meningkatkan investasi dalam program yang secara langsung membantu pemberdayaan perempuan, termasuk akses pendidikan dan pelatihan keterampilan. Selain itu, pelaksanaan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender harus lebih bersifat kontekstual dan responsif terhadap perubahan dalam struktur ekonomi di setiap provinsi. (Rhani, 2024)  Langkah-langkah konkret harus diambil untuk mengatasi ketidaksetaraan yang semakin jelas seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik dan terfokus pada tingkat provinsi dapat menjadi dasar bagi perbaikan dan perubahan menuju kesetaraan gender yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Penulis adalah Dosen INSTBUNAS Majalengka – Kordiv. Hukum & Datin Bawaslu Kab.Majalengka 2018-2023

Sumber pustaka:

Arifin, S. (2018). Kesetaraan Gender Dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Gender Equality and Economic Growth in Indonesia. Kajian, 23(1), 27–41.https://jurnal.dpr.go.id/index.php/kajian/article/download/1872/880

Ashya Ravika Mahar Rhani (2024). Pengaruh Kesetaraan Gender terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Implementasi SDGs Kelima di Indonesia. Parahyangan Economic Development Review (PEDR), Vol. 3 No. 2, 2024: 164-18

Fathia dkk (2022). Peran Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Rumah Tangga di Kelurahan Tuminting.SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol. 2, No. 2: 85-94

Comment here