Sungai Cikeruh Mengering
MAJALENGKA – Sungai Cikeruh yang melintas dari kaki gunung Ciremai dan melewati Kecamatan Sindang, Sukahaji, Palasah, Jatiwangi dan Ligung kini tampak mengering. Sejauh mata memandang, hanya terlihat bebatuan besar.
Meskipun ada genangan air, hanya terlihat sedikit. Itupun langsung dimanfaatkan sejumlah petani untuk mengairi sawahnya yang sedang ditanami padi.
Menurut petani di Desa Cikeusik Kecamatan Sukahaji-Majalengka, Edi mengatakan biasanya, meski kemarau tahun lalu, aliran sungai Cikeruh masih terlihat mengalir dan agak banyak.
“Namun sekarang air sungai hanya mengalir sedikit. Bisa terlihat dari atas jembatan sana, hanya bebatuan besar yang mendominasi. Bahkan di tengah sungai ini, kita bisa mendirikan saung,” ungkapnya.
Warga lainnya, penyuka trail dari Palasah, Miftah (27) mengatakan dirinya bahkan bisa menjelajahi dasar sungai Cikeruh dengan motor trail kesayangannya. Padahal jika melihat aliran sungai Cikeruh ketika musim hujan, air yang mengalir tampak besar dan menyeramkan.
”Saya dan dua teman saya bahkan bisa latihan ngetrail dengan motor ceper, artinya sungai Cikeruh itu memang kering kerontang.” ungkapnya.
Miptah pun berharap agar situasi kekeringan ini tidak meluas, mengingat aliran sungai Cikeruh merupakan salah satu pasokan air yang menyuplai ke beberapa kecamatan. Sementara, air sungai Cikeuh saat ini nyaris tak ada air.
“Kalaupun ada itu genangan yang ada Cadas batunya. Ada sih mengalir dari hulu, cuma sedikit. Di wilayah Jatiwangi, bahkan cadas-cadas besarnya terlihat jelas.” ungkapnya. (****)
Comment here