BISNISBUDAYA

Gramedia di Leuwimunding, Harga Buku Termurah Rp. 10 Ribu

‎Gramedia di Leuwimunding, Harga Buku Termurah Rp. 10 Ribu

MAJALENGKA – Bagi pecinta dan maniak bacaan Majalengka, bila ingin mendapatkan ‎buku itu, paling dekat harus berkunjung ke Cirebon Kota. Jarak yang cukup jauh, dan harus mengeluarkan ongkos, terkadang malas untuk datang ke kota udang itu. Ketiadaan toko buku berkelas di wilayah kota angin, membuat pegiat literasi Majalengka sedikit terobati dengan adanya Ekspo atau Bazar buku murah.

Dengan tema “Membangun Literasi Majalengka” yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Leuwimunding dan aulanya, ekspo ini berlangsung dari tanggal 14 September hingga 29 September 2019. Dua pekan yang menggembirakan di tengah program peningkatan indeks baca di Majalengka. Terutama bagi warga atau netizen yang dekat dengan Kecamatan penghasil anyaman rotan dan bambu terbanyak ini.

Majalengka memang belum punya toko buku refresentatif. Entah kapan akan dibangun. Gempuran teknologi dengan adanya E-Book, telah cukup membuat sulit dunia pemasaran buku. Tetapi, sekali lagi, selalu masih ada segelintir orang yang masih suka dengan bacaan tercetak. Persentasenya memang jauh bila dibandingkan dengan membaca digital.

Siapapun yang berkunjung ke Ekspo ini, akan merasakan langsung nuansa berada di toko buku. Sekelas Gramedia, ‎meskipun hadir di tengah udara terbuka, tetap menghadirkan nuansa musik kekinian yang akrab di telinga. Tapi bukan musik dangdutan. Tak ada kamusnya bagi toko buku menyetel musik yang bikin joget itu.

Selain penataan buku yang kekotaan dan dibuat simpel, di dekat rumah dinas Camat, juga tersedia  meja yang identik dengan ritem kekinian. Meja kayu dengan terusan kursi itu bisa diduduki oleh 6 orang sekaligus. Meja ini, saya hitung ada empat. Pihak penyelenggara juga menyediakan minuman. Minuman ini memang harus dibayar. Tapi mejanya bikin betah.

Dengan tema membangun literasi Majalengka, selain menyediakan diskon baru dan promo buku-buku new arrival, Gramedia juga menyediakan perlengkapan sekolah. Mulai buka pukul 08.00 pagi dan tutup jam 20.00 malam‎.

‎Seperti di kantor pusatnya, dan seperti di toko buku pada umumnya, alunan musik instrumental, seperti musik aliran pop, Celine Dion, Adele, Taylor Swift, Miley Syirus serta sederet musik mancanegara, membuat siapapun yang berkunjung ke Gramedia Ekspo di Leuwimunding ini serasa di kota-kota besar.

Masuklah ke bagian dalam aula, ruangan itu yang biasanya hanya dipakai untuk rapat kordinasi muspika, kini disulap menjadi lebih menarik dan lebih istimewa. Itu dia, seperti di kantor pusatnya. Apik dan elegan.

Bagi pecinta buku, datang saja sudah merupakan wisata dan rekreasi yang mengesankan. Wisata gratis yang hanya bermodalkan ongkos dan keinginanan saja. Namun, biasanya bagi penggemar bacaan, sedikitnya pasti akan beli dua atau tiga buku.

Bagi pecinta novel, banyak buku seharga Rp.10 ribu. Memborong buku di tengah diskon gede-gedean ini bisa menjadi oase yang menyegarkan. Biasanya kalau jalan ke Cirebon, menghabiskan uang ongkos sebanyak 30 ribu plus makan dan minum. Di sini, ongkos perjalanan itu bisa dibelikan 3 buku yang tebal-tebal.

“Ini menarik. Hoby orang memang beda-beda, tapi baca buku hoby saya yang pertama,” ujar Ardi, pengunjung yang ditemui pada Minggu pagi (15/9).

Selain bisa melihat-lihat bacaan menarik, pengunjung juga bisa mengamati tas dan perlengkapan sekolah. Buku-buku komik, boneka cantik, tas-tas unik, juga tersedia di bagian dalam aula.

Selalu ada hal yang menyenangkan, meskipun hanya sekedar untuk mengunjungi ekspo. Membangun Literasi Majalengka, nyatanya dapat ditemui di halaman Kantor Kecamatan Leuwimunding.

“Karena saya penggiat baca, suka buku, juga senang dengan hal-hal yang ada hubungannya dengan buku, saya acungi jempol pada siapapun yang menggagas kerjasama dengan Gramedia ini.” ujar pengunjung lainnya, Haidar.
(EDA)

Comment here