KREATIFTOKOH

Aji Melukis dengan Tehnik Bakar

‎Aji Berfose dengan Karya Lukis Bakar Miliknya

MAJALENGKA – macakata.com – Pada usianya yang masih menginjak 20 tahun, Mohamad Setiaji, atau akrab dipanggil Aji, punya keahlian melukis.

Hany saja, Aji melukis tanpa menggunakan media kanvas dan cat. Ia menggunakan media kayu-kayuan, untuk kemudian, sebagai kanvasnya ia menggunakan solder rakitan.

Dalam perjalanannya, Aji telah menggeluti hobinya itu sejak kelas lima sekolah dasar. Dia mulai melukis dengan tehnik bakar, awalnya dengan menggunakan obat nyamuk bakar.

“Saya melukis sejak kelas 5 SD. Alhamdulillah, peminatnya lumayan banyak.” ungkapnya, saat ditemui di kediamannya di wilayah Desa Mirat Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat, Minggu, 2 Februari 2020.

Selain menggunakan solder kepunyaannya, andalannya untuk melukis, Aji pun bisa dengan mudah melukis menggunakan luv. Kaca pembesar seperti yang biasa digunakan para detektif untuk mencari barang bukti yang kecil-kecil itu, di tangan Aji bisa dimanfaatkan untuk melukis.

“Pakai luv juga bisa. Hanya saja, cuacanya harus panas, harus musim kemarau. Karena kita memanfaatkan sorotan sinar matahari. Itu hanya bisa dilakukan ketika cuaca sangat terik,” ungkapnya.

Lulusan SMA Leuwimunding ini, sudah tak perlu khawatir lagi mengenai hasil lukisannya. Dari mulut ke mulut, serta dikenalkan melalui Komunitas Pelukis Phyrografy (Kopi) jangkaun karyanya itu telah dipesan oleh orang Taiwan dan Hongkong. Terakhir, ia memenuhi pesanan orang Jambi, Sumatera dan Kalimantan.

“Harganya bervariatif. Yang paling murah Rp. 1,5 juta. Yang termahal sampai Rp. 5 juta untuk satu lukisan pesanan. Tergantung tingkat kerumitan. Nanti bisa lebih mahal lagi.” ungkapnya.

‎Di Majalengka, pelukis dengan tehnik bakar ini masih sedikit. Ia pun sering berkomunikasi dan sharing dengan orang luar daerah untuk berbagi informasi dan mengetahui perkembangan melukis dengan tehnik bakar.

“Saat ini ada 40 stok lukisan. Satu lukisan paling cepat selesai dikerjakan satu atau dua hari. Tergantung kerumitan.” ujarnya.

Aji cukup senang dengan hobynya itu. Ia pun bisa melukis dengan menggunakan arang yang masih menyala. Namun, untuk tehnik tersebut cukup merepotkan, karena harus memilih arang yang sedikit runcing.

“Dengan arang juga bisa. Namanya lukis bakar memanfaatkan apapun yang ada bara apinya. Dulu, waktu masih SD, SMP, saya belajar menggunakan arang juga.” ungkapnya.

Sementara itu sang kakak, Aris Prayuda mengatakan ia cukup bangga dengan kemampuan melukis bakar adiknya itu. Untuk bahan lukisan, biasanya, adiknya itu telah mempunyai stok kayu jati langganannya. Ia berharap adiknya itu akan mampu mengharumkan nama Majalengka dengan skill yang masih jarang ini.

“Alhamdulillah, pak Wakil Bupati juga sudah berkunjung menemui Aji. Dia cukup respon. Saya berharap tehnik melukisnya bisa membawa nama baik Majalengka.” ujarnya. ( MC-02)

Comment here