Selama Tiga Pekan, Mahdi Mengikuti Pelatihan Berbasis Olahan Pangan di Lembang dari 3 Maret Hingga 20 Maret 2020. Sebelumnya, Dia Menjalani Tes Bertahap, Hingga Dinyatakan Lolos Akhir Februari Lalu
MAJALENGKA – macakata.com – Lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan berbasis olahan pangan di Lembang Bandung Jawa Barat, membuat pria ini senang dipenuhi pengalaman.
Selama di Lembang, Mahdi Surahman bersama 127 orang yang rata-rata kelahiran 1980-an itu diberi wawasan dan pengalaman usaha. Para peserta ini berasal dari berbagai wilayah, seperti Lamongan, Yogyakarta, Sleman, Bali, Semarang, Medan, Lubuk Pakam, Pasir Palangas, Jakarta, Purwakarta, Bandung, Cimahi, Subang, Sumedang, Garut, Tangerang, Ciamis, Cimahi, Bogor dan Tasikmalaya.
“Alhamdulillah, saya terpilih dan lolos seleksi. Baru saja datang dan sudah periksa suhu tubuh. Di Lembang itu, saya jurusan processing olahan buah,” ujarnya, saat ditemui di rumahnya, blok Sabtu, Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kab. Majalengka, Jumat, 27 Maret 2020.

Mahdi menceritakan, dari 128 orang peserta itu, semuanya berdasarkan seleksi yang diadakan oleh kementrian tenaga kerja dan UKM. Pelatihan itu terbagi ke dalam berbagai jurusan yakni processing olahan ikan, budidaya jamur, budi daya itik pedaging, budidaya pembibitan catfish dan pembuatan taman/landscaper, jurusan hidroponik. Ditambah jurusan yang diikuti olehnya yakni processing olahan buah.
“Di sana saya bertarung dengan suhu dingin. Setiap hari di tes suhu tubuh. Yang terpenting, ilmu dan pengalaman saya bertambah, serta teman baru dari berbagai wilayah.” ujarnya.
Ketika di Lembang itu, yang paling menarik adalah sesi praktek. Seminggu belajar dan menyimak teori dan pengetahuan baru, lalu dilanjutkan dengan praktek per-kelompok. Diuji ketangkasan mengolah dan menjelaskan apa yang dilakukan, serta sharing ilmu dengan pengalaman usaha orang lain.
”Pelatihan berbasis kompetensi usaha itu telah membantu saya merancang dan mengkonsep ulang usaha olahan pangan saya. Di sana saya perkenalkan produk olahan dodol waluh. Mereka tertarik, dan saya diharuskan membuat banyak dodol itu, untuk pameran yang akan digelar usai lebaran di Jakarta dan Yogyakarta, (tergantung situasi dan kondisi, mengingat situasi saat ini. RED).” ujarnya.

Mahdi berharap, anak-anak muda Majalengka lebih bisa berinovasi dengan usaha. Meskipun ia sadar diri, bahwa dirinya belum sukses seperti kebanyakan orang, akan tetapi mendapatkan kesempatan langka mengikuti pelatihan di Lembang Bandung, ia sudah ditawari job menjadi instruktur pelatihan ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Minta doanya saja. Saya sudah diminta jadi instruktur. Situasi saat ini semoga cepat berlalu,” ungkapnya.
Mahdi berpesan kepada anak-anak muda saat ini agar tetap meluangkan waktu untuk membaca dan menggali informasi yang berkualitas. Hindari bermedsos yang berlebihan.
“Saya banyak membaca bacaan, seperti buku-buku keterampilan dan usaha. Kebetulan di desa saya ada Taman Baca, kebetulan juga saya terlibat sebagai pengelolanya.” ungkapnya. ( MC-02)

Comment here