KISAH HIDUPOPINI

Sate Beracun Akibat Dendam Asmara, Kisahnya Seperti Nonton Detektif Conan

Sumber Foto dari Facebook

Oleh : Shelby AR

MACAKATA.COM – Peristiwa ini bermula pada 25 April sekira pukul 15.30. Lokasi peristiwanya memang bukan di Majalengka. Itu di wilayah Bantul Yogyakarta. Sebuah daerah istimewa.

Mulanya, pengemudi ojek berpakaian hijau khas, sering disebut sebagai ojeg online (daring) didatangi oleh seorang perempuan. Tukang ojeg itu tidak mengenalnya.

Perempuan itu meminta tukang ojeg agar mengirimkan dua bungkus makanan. Satu bungkus makanan berisi sate ayam, satu bungkus makanan lainnya berisi snak.

Tukang ojeg online itu sebetulnya menegur perempuan berparas cantik itu. Tukang ojeg sempat meminta perempuan berparas ayu itu agar memesan melalui aplikasi online.

Hanya saja, si perempuan mengaku tak punya aplikasi berbasis daring tersebut. Ia memilih untuk memesan secara offline.

Kesepakatan pun terjadi. Makanan dua bungkus itu diantarkan ke alamat yang dimaksud.

Namun, sesampainya pada alamat yang dituju, pemilik rumah merasa tidak pernah memesan makanan sate. Penghuni rumah itu menolak. Akhirnya, makanan itu dibawa pulang oleh tukang ojeg online. Ia berpikir makanan sate itu, toh sudah dibayar.

Kemudian, makanan sate itu dimakan oleh istrinya si tukang ojeg, sebagian dimakan anaknya yang besar dan kecil. Si bungsu lah yang akhirnya meninggal setelah makan sate itu.

Menurut Kepolisian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sate beracun itu mengandung Kalium Sianida. Dalam bahasa ilmiah racun ini rumusnya adalah KCN.

Perempuan itu disebut-sebut dalam pemberitaan, merupakan warga Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Ramailah kembali netizen Majalengka. Hanya saja ini sisi negatifnya. Sisi positif Majalengka lebih banyak lagi.

Saya tak mau menyebut nama desa maupun kecamatannya. Kalian pasti tau. Tapi saya tak mau menyebutnya. Tulisan dalam pemberitaan itu sudah pasti berdasarkan data dari kepolisian.

Inisial perempuan ini adalah NA, usia kisaran 25 tahun. Ia ngekos di Bantul.

Saya melihatnya begini. Ternyata, kasus asmara dan jatuh cinta yang nekad, tak hanya dirasakan oleh pria. Asmara dan jatuh cinta yang nekad juga dirasakan kaum hawa.

Saya melihat pemberitaan viral ini seperti membaca komik Detektif Conan. Atau melihat satu episode serial kartun Detektif Conan Shinichi Kudo.

Dendam dan sakit hati, dalam serial kartun atau komik manga itu, seringkali menyentuh sisi psikologis pelaku kejahatan, yang tak pernah diduga pembacanya atau para penontonnya. Pelaku dalam cerita Detektif Conan juga selalu berdasarkan “telah direncanakan”.

Seperti saat ini. Majalengka dikejutkan oleh kasus atau tragedi sate beracun. Pelakunya ternyata warga Majalengka. Padahal dalam dua bulan terakhir ini, Majalengka banyak menorehkan prestasi tingkat dunia.

Jangan lupakan itu. Ada Aura Kharisma modelling kelas dunia, Ada Programer Adithiya bocah cilik yang melatih dan menjadi mentor untuk tiga ribu programer se-Indonesia, serta banyak prestasi lainnya.

Tapi memang, dunia selalu punya dua sisi. Baik dan jahat. Positif dan negatif.

Kita hanya perlu memilih dan memilah yang baik-baik saja. Pelajaran dari sate beracun ini, pengetahuan apapun, bisa disalahgunakan. Juga, Asmara dan dendam tak hanya milik kaum adam. Kaum hawa pun ternyata punya sisi jahat.

*** Penulis adalah Ibu rumah tangga. Penyuka cerita Detektif Conan. Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber berita media online, juga sosial media Facebook.

Comment here