EKONOMIOPINI

Parkir Liar dan Berkarcis

MACA – Ada dua jenis parkir. Parkir resmi dan parkir liar. Parkir resmi itu mempunyai tanda khusus yakni berkarcis. Sementara parkir liar tidak ada bukti kuitansi alias tak punya karcis.

Parkir liar, biasanya hadir di toko toko kecil dan sejumlah pasar. Petugasnya tidak membekali diri dengan perlengkapan karcis sebagai tanda bukti.

Parkir resmi, biasanya hadir di swalayan besar, rumah sakit dan pengelolaan swasta lainnya, yang jelas dari sisi petugas dan kuitansi alias berkarcis.

Terkadang, orang bersyukur sama petugas parkir. Terutama dapat membantu menyingkirkan motor-motor, agar dapat lolos dari kerumunan motor lainnya dalam satu tempat.

Terkadang, orang ‚Äékesal terhadap petugas parkir. Karena ternyata rewel dan ketika dimintai karcis malah marah-marah. Itu tanda bahwa kedua orang itu tidak mood. Petugas parkirnya tak punya karcis. Orang yang parkir tak punya receh. Masalah biasanya bermula disitu.

Parkir resmi juga terlihat lebih jelas dari sisi atribut petugas resmi-nya. Petugasnya ada rompi atau semacam busana yang ada tulisannya petugas parkir. Ada peluit. Ketika ada motor yang telah parkir, memberikan karcis. Itu dulu. Beda dengan kekinian.

Kini, karcis diambil lebih dulu sebelum memasuki tempat parkir. Setelah beberapa jam dan mau keluar dari tempat parkir, pengendara antre ke petugas pembayaran. Karcis itu dihitung per-jam. Lalu bayar sesuai tarif.

Kini parkir dihitung per jam. Dan terus bertambah jika yang punya motor sengaja tidak keluar-luar di tempat parkir itu.

Petugas parkir liar, tentu saja hanya berbekal peluit. Rompi yang sengaja dibuat sendiri bertuliskan petugas parkir. Tapi ditanya karcis oleh warga, dia malah marah-marah. Tanda bahwa itu liar mudah. Parkirnya tidak berkarcis. ***

Comment here