MACA – Kebutuhan kita, baik kaya maupun miskin sebetulnya sama saja. Secara logika, orang kaya maupun yang kekurangan, sama sama butuh makan setiap harinya.
Orang yang serba kekurangan, sehari paling bisa makan maksimal dua kali. Orang kaya juga demikian. Setiap kali makan, porsi makan kita pun sama, hanya satu piring. Rewog atau nambah hanya pada momen tertentu saja.
Bahkan, orang kaya makan ada batasannya, ada istilah diet, membatasi makan tertentu dan mengurangi asupan makanan per hari.
Sementara, orang tak puya, biasanya mengeluh tentang kekurangan makan. Di sini bisa ditarik kesimpulan, bahwa orang kaya maupun tak punya apa-apa, sama sama punya kebutuhan makan harian yang sama.
Kemudian, jika bicara jam tangan. Orang kaya mengenakan jam tangan atau arloji yang harganya seratus juta hingga milyaran rupiah. Orang tak kaya, juga punya arloji, meskipun harganya cuma dua puluh lima ribu, murah saja. Tapi kan fungsinya sama.
Lalu, orang kaya punya mobil dan sejumlah motor. Saat ini, orang yang tak kaya pun, punya motor, tapi mungkin tak punya mobil. Tapi sebetulnya, pengeluaran untuk perawatan kendaraan itu kebutuhannya sama.
Orang kaya harus mengeluarkan biaya perawatan mobil dan motor dengan jumlah uang yang lumayan besar tiap bulannya. Orang tak kaya, tak sampai satu juta untuk melakukan perawatan kendaraannya. Mungkin hanya pengeluaran bensin saja.
Orang kaya maupun tak kaya, itu sama saja. Bedanya hanya pada pengeluarannya dan pemasukannya yang berbeda. Soal kebutuhan itu sama saja. Kapasitasnya dan volumenya saja yang berbeda. ****

Comment here