BERITA

Bawaslu Majalengka Bertekad ‎Turunkan Ranking IKP

Upayakan Banyak Pencegahan, Rutin Tebar Surat Himbauan

MAJALENGKA – macakata.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majalengka bertekad untuk menurunkan ranking/peringkat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang tersemat untuk wilayah kota angin ada di ranking kedua di tingkat Jawa Barat, dan peringkat ke-16 untuk tingkat nasional.

Indeks Kerawanan Pemilu di wilayah Kab‎upaten Majalengka masih pada angka yang cukup rawan. Angka peringkat tersebut dirilis oleh Bawaslu Republik Indonesia pada pemilu tahun 2019 lalu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, Dede Rosada mengatakan, dengan cukup tingginya IKP di wilayah Kabupaten Majalengka yakni peringkat ke-16 untuk tingkat nasional, serta peringkat kedua untuk tingkat provinsi Jawa Barat. Maka, Bawaslu Majalengka bertekad menurunkan ranking/peringkat IKP tersebut.

“Kami bertekad dan akan berupaya keras untuk menurunkan IKP di Majalengka ini,” ungkapnya, dalam agenda publikasi dan dokumentasi setiap tahapan pemilu 2024, yang dihadiri oleh puluhan jurnalis dari berbagai media dan tergabung dalam organisasi wartawan seperti PWI, IJTI, AWI dan jaringan jurnalis Majalengka yang berlangsung di kantor Bawaslu Majalengka, Jumat, 22 Desember 2023.

Ketua Bawaslu Dede Rosada terlihat hadir bersama anggota komisioner lainnya yakni Nunu Nugraha dan Fauzi Akbar Rudiansyah.

‎Oleh karenanya, masih kata Ketua Bawaslu Majalengka, Dede Rosada menambahkan, banyak upaya yang telah dilakukan oleh Bawaslu yakni berkoordinasi dan pendekatan humanis serta menyampaikan himbauan secara lisan maupun tertulis.

“Setiap tahapan Pemilu 2024, Bawaslu Majalengka beserta Panwascam telah menyebarkan surat himbauan ‎kepada semua pihak, termasuk partai politik, agar pada pemilu 2024 ini mematuhi perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu, Dede Rosada mengungkapkan, Bawaslu Majalengka juga mengawasi setiap tahapan pemilu yang telah maupun sedang berjalan saat ini, yakni tahapan kampanye dan tahapan perbaikan daftar pemilih tambahan‎. Persoalan daftar pemilih tambahan sangat perlu untuk diawasi, mengingat selalu ada perubahan bagi WNI yang akan melakukan pencoblosan, karena pindah domisili atau menjadi pendatang.

Hal senada diungkapkan, Anggota Bawaslu Majalengka, Fauzi Akbar Rudiansyah mengatakan, bahwa di Kabupaten Majalengka saat ini memang termasuk ke dalam10 besar untuk kategori penyebaran berita hoax yang tersebar melalui sosial media.

“Kita bekerjasama dengan pihak kepolisian, Kejaksaan dan aparat penegak hukum lainnya, termasuk kerjasama dengan Diskominfo. Dalam hal menyikapi berita hoax‎ untuk mengedukasi masyarakat agar warga membaca berita yang lebih terpercaya yakni melalui media mainstreem. ‎Oleh karenanya, kita di Bawaslu  Kabupaten Majalengka harus bisa keluar dari peringkat 10 besar, ,” ujarnya. *** (RIK)

Comment here