BERITA

Ketum HMI Majalengka, Rizfan Soroti Masalah Kemiskinan

MAJALENGKA – macakata.com – Rizfan Alauzi Hidayatusidqi, terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majalengka dalam Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Cabang Majalengka ke-XIII yang di gelar di salah satu gedung di Kec. Majalengka.

Dalam pernyataanya, Rizfan menyoroti masalah kemiskinan yang ada di Majalengka. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rizfan menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Majalengka mencapai 11,21% pada tahun 2023. Lebih dari 414.722 jiwa terjebak dalam kemiskinan ekstrem, sementara ribuan lainnya ditinggalkan tanpa bantuan karena tak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami tidak bisa menutup mata terhadap penderitaan yang dialami oleh sesama warga kami. Sebagai anggota HMI, kami memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang terpinggirkan,” tegas Rizfan, Selasa 25 Juni 2024.

Rizfan menegaskan perlunya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian, sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam untuk menuntaskan masalah kemiskinan ini. Dia menyerukan peningkatan diskusi dan kegiatan yang inovatif serta kolaborasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dengan tujuan untuk membentuk insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam, serta memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT, Rizfan memastikan bahwa HMI Cabang Majalengka akan menjadi garda terdepan dalam menanggulangi kemiskinan dan berbagai tantangan sosial lainnya.

“Kami juga tidak akan tinggal diam apabila ada kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan aturan atau pun tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, dalam konteks politik, Rizfan menyatakan komitmen HMI dalam menjaga netralitasnya, serta berperan aktif dalam mengawal transparansi dan kualitas Pilkada (Pilkada) 2024.

Terkait dengan kemiskinan di Majalengka, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi mengakui angka kemiskinan saat ini berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, di Majalengka pertumbuhan ekonominya relatif lebih bagus.

“Jadi kita kemiskinan masih (sebesar) 11,21 persen. Masih (kategori) tinggi karena di atas rata-rata Jabar, masih di atas rata-rata nasional,” ujar Dedi seusai menghadiri rapat paripurna Hari Jadi Majalengka ke 534 di gedung DPRD Majalengka, Jumat 7 Juni 2024.

Sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dengan pendataan dan pendistribusiaan bantuan, Pemkab Majalengka bekerjasama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Praja IPDN ini ditempatkan di 330 desa dan 14 kelurahan yang ada di 26 Kecamtan di Kabupaten Majalengka. ***

Comment here