MAJALENGKA – macakata.com – Kafe and resto yang satu ini tak hanya menyuguhkan makanan dan minuman saja. Ada nuansa khusus yang ditawarkan, yakni edukasi, kreativitas, rekreasi dan relaksasi.
Tempatnya yang tak jauh dari alun-alun Majalengka kota, hanya sekira sepuluh menit, pengunjung bisa sampai di kafe yang bernama Tersa, Teras Sawah. Berada di blok Ahad Desa Kulur Kecamatan/Kabupaten Majalengka. Ke arah selatan menuju Maja jika berada di alun-alun Majalengka.
Manager Teras Sawah, Yulian Firmansyah mengatakan, Teras Sawah menawarkan edukasi pengenalan peternakan dan perikanan, sebab ada empat kolam ikan dengan pakan alami azola.
“Hal ini sejalan dengan isu ketahanan pangan yang kini sedang digaungkan pemerintah provinsi maupun pusat, ” ujarnya saat ditemui, Sabtu, 31 Mei 2025.

Yulian menambahkan, Teras Sawah bukan sekedar kafe dan resto. Tapi merespon arahan Gubernur Jabar tentang larangan study tour ke luar wilayah. Namun tak melarang jika tujuan study-nya itu masih di wilayah lokal alias yang dekat-dekat saja.
“Jadi kita punya program cooking class, anak anak SMP bisa belajar barista, juga pemanfaatan alat alat memasak, pertanian, peternakan, ” ungkapnya.
Sementara untuk anak-anak TK dan SD, sepulang kunjungan bisa langsung dibawakan bingkisan azola plus satu ikan kecil untuk dibudidayakan di rumahnya masing-masing.
” Untuk minumannya, kami kenalkan minuman herbal dan rempah rempah. Kita buat kekinian, sehingga bagi yang tidak suka jus sayuran misalnya, kita racik dan kombinasi dengan buah-buahan. Sehingga anak-anak akan lupa bahwa sebetulnya bahan dasarnya adalah sayuran segar, ” ucapnya.

Hal senada diungkapkan owner Teras Sawah, Elis Avianti mengatakan konsep yang diusung sebetulnya hanya sederhana, yakni menciptakan nuansa pedesaan yang tak jauh dari perkotaan.
“Di sini kita bisa melihat hamparan sawah seperti di Bali, seperti di Panyaweuyan Argapura Majalengka. Jadi tak perlu jauh jauh, sebab cukup sepuluh menit dari Alun-alun Majalengka, ” ujarnya.
Elis menambahkan, di Teras Sawah juga bisa menyalurkan hobi menyanyi jika senang karaoke. Konsep di kafenya itu mengusyng edukasi, kreativity, rekreasi sekaligus relaksasi.
“Pengunjung bisa melihat sunset, bisa merenung di tengah sawah. Bahkan ada pengunjung yang datang jam 5 sore, sampai kita mau tutup jam 10 malam masih betah. Jadi terpaksa menunggui mereka pulang dulu, baru kita tutup, ” ungkapnya. (Acil)

Comment here