BERITAScience

Perdana! Dispenser Udara Hadir di Pendopo Majalengka, Airnya Segar Bisa Langsung Diminum

Tanpa Galon dan Isi Ulang Air, Mesin yang Bernama Atmosferik Water Generator ini Karya Universitas Pendidikan Indonesia( UPI) Bandung Belum Diproduksi Massal

MAJALENGKA – macakata.com – Dispenser yang biasa hadir di rumah-rumah kita, biasanya akan terus diisi ulang air galon. Jika air galon habis, maka solusinya beli galon baru atau isi ulang galon kosong itu.

Namun tidak demikian halnya dengan mesin dispenser, yang saat ini ada di pendopo Majalengka. Namanya ‎Atmosferik Water Generator. Semacam dispenser elektrik tanpa perlu menambahkan air galon. Oksigen yang ada di sekitar mesin tersebut, menghasilkan air yang cukup banyak.

Mesin Atmosferik Water Generator ini dalam sehari mampu menghasilkan sedikitnya 20 sampai 50 liter per-harinya. Itu tergantung kadar PH udara pada saat itu. Bila kadar PH-nya bagus, maka air yang dihasilkannya juga banyak.

Mesin yang mirip dengan cara kerja AC ini, juga memiliki sensor khusus, sehingga tidak ada tombol‎ manual. Yang ada adalah simbol sensorik berupa tulisan, on-off.

Siapapun yang mau minum, hanya tinggal menadahkan gelas, sensorik akan langsung merespon dan mengucurkan air bening tak berbau, tidak berasa dan jernih, juga dingin, serasa mengambil air minum dalam lemari es.

Jika terjadi kendala dengan sensorik-nya, maka tinggal disentuh tulisan yang ada simbol On/Off-nya.

Dosen UPI, Fakultas Tehnik Mesin, Sriyono menjelaskan cara kerja mesin Atmosferik Water Genearator tersebut hampir sama dengan cara kerja mesin AC. Bedanya, penyaringannya lebih khusus, yakni mempunyai lima filter udara, yang bisa memfilter virus, yang ukurannya paling kecil sekalipun.

“Cara kerjanya tak jauh beda dengan mesin AC. AC menghasilkan udara dalam ruangan menjadi lebih dingin, tapi juga menghasilkan air yang dibuangnya lewat selang pembuangan. Mesin ini pun bekerja demikian,” ujarnya, usai ramah tamah dan pertemuan, antara rektor UPI dengan Bupati Majalengka, Jumat sore, 26 Juni 2020.

Sriyono menjelaskan mesin Atmosferik Water Generator ini juga mempunyai kekuatan hingga seribu jam. Setelah itu, maka alat-alat penyaringan yang ada di dalamnya harus diganti dengan yang baru.

“Tandanya nanti, jika sudah seribu jam, ada sinyal merah pada simbol tulisan, High,” ujarnya.

Sriyono mengaku mesin buatannya itu belum dipasarkan secara massal. Baru selesai uji coba, dan pertama kalinya langsung dibawa ke Majalengka.

“Perintah dari pak Rektor, mesin ini harus dibawa ke Majalengka, ya saya patuh pada pimpinan. Semoga ini bermanfaat. Ini perdana, di wilayah lain Indonesia belum ada,” ucapnya tersenyum bangga.

Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi mengatakan pihaknya berterima kasih kepada UPI Bandung, karena telah memberikan alat-alat yang bermanfaat, terutama mesin yang bisa menghasilkan air minum, tanpa harus membeli galon atau isi ulang galon.

“Ini terobosan baru. Kami ucapkan terima kasih ‎untuk UPI. Saya ucapkan terima kasih kepada pak Rektor. Kebetulan rektor UPI yang sekarang ini, adalah orang Majalengka, orang Talaga,” ujarnya.

Rektor UPI, Profesor Sholahudin mengatakan kedatangannya ke Majalengka sekaligus silaturahmi dengan temannya yakni Bupati Majalengka. Pihaknya juga akan menjalin kerjasama kemitraan dengan Pemkab Majalengka secara khusus.

“Kita MoU dengan pemkab Majalengka. Intinya menjalin kerjasama di bidang pendidikan,”ungkapnya. (MC-02)

Comment here