BERITABUDAYAFunKREATIFPENDIDIKANWorld

Terbiasa Mendongeng Sejak SD, Olif Kini Duta Baca Majalengka

MAJALENGKA – MacaKata.com – Kemampuan menyampaikan secara lisan yang lancar itu, merupakan buah dari kebiasannya sejak sekolah dasar. Entahlah, dia suka saja berbicara, bercerita, mengalir begitu saja.

Kebiasannya menyampaikan kisah kepada anak-anak pendidikan usia dini, ataupun teman sebayanya, membuatnya menjadi Duta Baca Majalengka.

Nama lengkapnya Nur Kholifah Abas. Masih 21 tahun. Sedang menyelesaikan skripsi di perguruan tinggi Cirebon, tepatnya di Kampus IAIN Syekh Nurjati.

“Awalnya sering ikutan lomba ngadongeng. Ikutan saja, meski tak pernah juara. Tapi saya suka,” ungkap gadis manis yang tinggal di wilayah Kecamatan Leuwimunding Majalengka ini.

Olif mengatakan, aktivitasnya di sekitar rumah yakni sebagai Founder di Komunitas Literasi Kuaci. Kuaci? Bukan makanan kecil yang suka kalian makan ya. Kuaci itu kepanjangan dari Kumpulan Anak Cinta Baca.

“Kuaci ini sasaran targetnya anak-anak. Saya bisa bercerita sepuasnya jika ada anak-anak, hehe,” ungkapnya sambil bercanda.

Saat ini, Olif juga aktif di Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kabupaten Majalengka.

TBM-nya berupa rumah baca KUACI memang masih perlu tambahan fasilitas buku, dan bahan bacaan lainnya. Hal itu sebagai upaya untuk melengkapi kebiasaan meningkatkan minat baca dan mendorong anak menyukai dongeng.

“Pustaka kami hanya sekira 800 eksemplar buku anak-anak dan umum. Oleh karenanya, kami akan senang jika ada donatur buku,” ucapnya.

Olif juga terlihat senang, dan gembira. Ia bisa tampil dihadapan anak-anak TBM Nurul Huda di Desa Sindanghaji Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka pada Kamis 10 Maret 2022 lalu.

“Kebetulan saya dipercaya mengisi ngadongeng, meramaikan saja. Itu kan ada tamu dari Dispusipda Jabar, ada mobil pustaka keliling, jadi saya ngadongeng lima belas menitan,” ucapnya.

Cerita yang dibawakan adalah mengenai kisah si Pandir yang berburu di hutan.

‎”Engga sempet baca dan pahami cerita dari buku tersebut, akhirnya intro cerita sendiri menyesuaikan dari gambar. Intinya, kita menanamkan pengetahuan kepada anak-anak, supaya pengetahuan dan wawasan itu bisa digunakan untuk situasi apapun,” tandasnya.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini, sedang bertarung mengikuti seleksi duta baca tingkat Jawa Barat.

“Doakan ya kak,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola TBM Nurul Huda, Dodi Jaya mengatakan, anak-anak perlu lebih sering mendengarkan dongeng dan membaca cerita-cerita yang punya nilai pengetahuan.

“Mendengarkan dongeng banyak faidah yang sangat bermanfaat positif untuk anak-anak,” ujarnya.

Dodi mendukung penuh adanya kegiatan seperti ngadongeng. Ia pun punya agenda-agenda ngadongeng bersama Forum TBM Majalengka.

“Ngadongeng melepaskan anak dari kecanduan gadget, gawai atau ponsel. Kita tau sekarang ini sebagian besar anak-anak kecanduan game online,” ujarnya. ( Rich)

Comment here