BERITA

RSUD Cideres Miliki Area Ramah Anak

Orangtua yang Sedang Menjenguk Dapat Memanfaatkan Area Ramah Anak di RSUD Cideres Ini

MAJALENGKA – ‎macakata.com – ‎Telah dua pekan lebih, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres punya area tempat bermain anak. Situasi ini membuat sebagian orangtua yang membawa anak-anak, dan bosan menunggu kerabatnya, area ramah anak di dekat pintu layanan dan pintu menjenguk bisa menjadi solusi kebosanan.

Sejumlah alat ayunan, dan permainan anak menambah warna tersendiri bagi antusiasme anak-anak untuk bermain di area rumah sakit. Bahkan, area ramah anak yang berada di sebelah kantin modern, dindingnya sudah bercat warna-warni dengan gambar-gambar yang akan mampu menarik anak tersenyum dan senang.

Usai melounching sistem layanan berobat online yang dinamai Sobat Sehat atau kepanjangan dari sistem online berobat, senang hati aman dan tertib. Rumah sakit ini juga punya layanan lansia dan persalinan 3 in 1.

Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi datang langsung pada saat acara lounching, Senin 30 September 2019 lalu. Dalam sambutannya itu, ia mengatakan, maju kembangnya sebuah rumah sakit harus tetap mengedepankan sisi layanan dan mengedepankan moralitas serta senyuman.

‎Sementara itu, di area ramah anak, sejumlah orangtua yang terlihat mengasuh anak-anaknya tampak lega dan nyaman. Sebelum ada ruangan atau area ramah anak, sebagian orangtua tidak tahu harus mengajak anak bermain ke area mana.

“Sejak ada ruangan ramah anak, saya jadi cukup tenang. Anak-anak juga senang bermain. Menjenguk kerabat yang sakit, jumlahnya kan dibatasi. Waktu menunggu dengan anak, ya tempatnya di sini,” ujar seorang ibu rumah tangga, Inah (35), kepada Macakata.com, Kamis 3 Oktober 2019.

Direktur RSUD Cideres, Dr. Asep Suandi mengatakan saat ini RSUD Cideres telah mengalami perkembangan signifikan. Baik dari sisi pembangunan fisik maupun pelayanan terhadap pasien dan masyarakat.

Asep menjelaskan saat ini RSUD Cideres memang masih berstatus ‎kelas C, namun tahun depan pihaknya sudah punya target yakni akan naik kelas  menjadi kelas B. Saat ini, dengan jumlah ‎pegawai RSUD Cideres yang mencapai 700 pegawai lebih dengan dokter spesialis berjumlah ‎40 orang lebih telah cukup layak untuk naik kelas berstatus tipe B.

“Kami pun akan terus meningkatan layanan dari waktu ke waktu. Siap merespon masukan dan kritik masyarakat. Ruangan atau area ramah anak memang dimaksudkan, salah satunya menghibur anak-anak dan orangtua yang sedang menjenguk. Supaya tidak bosan menunggu,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Konsumen (YLBK) Majalengka, Dede Aryana mengatakan pihaknya mengapresiasi adanya area atau ruangan ramah anak di RSUD Cideres. Alasannya, hal tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan, bahwa anak usia di bawah 12 tahun tidak boleh masuk ruangan rawat inap.

Selain cukup berbahaya buat anak, ada kemungkinan bagi anak tersebut dapat terjangkit penyakit menular. Bahkan, dalam tahapan yang sebenarnya, ketika berkunjung ke rumah sakit, anak harus telah melakukan imunisasi terlebih dahulu. Selain itu, terkadang anak mengganggu pasien karena berisik dan menangis.

“Maka sesuai dengan program pemerintah Majalengka Raharja, sebagai kabupaten ramah anak, sudah saatnya setiap stakeholder, terkait pelayanan untuk mendukung peran pemerintah menciptakan area ramah anak. Kami apresiasi untuk RSUD Cideres.” ungkapnya, kepada macakata.com, Senin 7 Oktober 2019.

Dede menambahkan keberadaan area ramah anak di RSUD Cideres, bukan saja untuk kepentingan anak, namun juga sebagai penunjang pelayanan yang lebih baik.

“Kami mendukung area atau adanya ruangan ramah anak lainnya, di rumah sakit lain. Termasuk di Puskesmas yang ada layanan rawat inap, keberadaan ruangan ramah anak merupakan suatu kebutuhan,” tandasnya. ( Rich)

Comment here