BUDAYAWISATA

Buper Cidewata dan Festival Edelwiess Perdana di Kaki Gunung Ciremai

Foto WA by. Eda

Wakil Bupati Majalengka Tarsono D. Mardiyana hadir di Buper Cidewata pada Festival Edelwiess Perdana Tahun 2019

MAJALENGKA – macakata.com – Bunga atau kembang abadi khas puncak Ciremai itu, faktanya tumbuh subur di kaki gunung Ciremai. Tepatnya di bumi perkemahan (buper) Cidewata. Buper ini berada di wilayah Desa Payung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Sementara ketinggian Cidewata sendiri berada kurang lebih 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl)‎. Padahal, bunga Edelwiess ini biasanya tumbuh banyak di lahan dengan ketinggian antara 2.000 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut.

Area Cidewata tampaknya merupakan sebuah pengecualian. Di atas ketinggian seribu dua ratus meter, bunga abadi Edelwiess ini mudah ditemukan.

Dilansir pada halaman jabar.sindonews.com, jenis Edelwiess yang tumbuh di buper Cidewata ini merupakan jenis Anaphalis Longifolia. ‎Sementara, berdasarkan catatan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) jenis Edelwiess itu ada empat termasuk Anaphalis Longifolia. Tiga Edelwiess lainnya yakni Anaphalis Javanica, Maxima dan Viscida. Habitat Edelwiess ini tumbuh subur di sekitar Kaki Gunung Ciremai ini yang masuk wilayah Desa Payung.

Pada Festival Edelwiess perdana tahun 2019 yang baru saja dilaksanakan pada 19 dan 20 Oktober itu, 500 orang datang berkunjung menikmati pesta seni, musisi, penanaman bibit baru tanaman edelwies jenis Longifolia dan Javanica. Selebriti Medina Kamil hadir dan ikut menanamkan tanaman endemik Edelwiess ini. Sejumlah Fotografer ‎Majalengka juga hadir, salah satunya Okka Supardan.

‎Seperti ditulis oleh sejumlah media cetak dan online yang diundang hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Festival, Vedi Soemantri mengatakan Festival Edelweis ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian terhadap tanaman khas Gunung Ciremai. Alasannya, kebakaran Taman Nasional Gunung Ciremai beberapa waktu lalu hingga menghanguskan sebagian besar vegetasi tanaman Edelweis, menyisakan kepiluan yang mendalam bagi pecinta dan pegiat kelestarian alam.

Pihaknya berharap atas diadakannya festival Edelweis ini menjadi embrio dari tumbuh suburnya tanaman khas gunung tersebut di wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Oleh karenanya, pada festival ini juga dilakukan penanaman massal bunga Edelweiss.

“Festival ini sekaligus konservasi Edelweis, di lokasi, disediakan lahan sekitar 300 meter persegi untuk penanaman, dan itu sekaligus acara puncak dari festival ini,” ungkap Vedi, seperti ditulis dalam halaman edisi cetak Fajar Cirebon, Edisi Senin 21 Oktober 2019.

Vedi menjelaskan, konservasi berbagai jenis bunga Edelweiss di Buper Cidewata ini merupakan inisiator dari Ketua Ciremai Bakti, Ronny Setyadi, yang berhasil mengkonservasi beberapa jenis bunga Edelweiss di Buper Cidewata yang hanya memiliki ketinggian 1.100 MDPL.

Kepala BTNGC, Kuswandono menjelaskan, pihaknya sangat bersyukur, atas kepedulian Pemkab Majalengka dan pegiat kelestarian alam atas habitat tanaman Edelweiss. Menurutnya, peran serta pemerintah sangat besar dalam upaya pelestarian alam, khususnya TNGC yang sebagiannya berada di wilayah Majalengka.

“BTNGC, Pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi dalam melestarikan keindahan alam ini, sehingga kelak dapat diwariskan pada anak cucu kita. Ini tanggungjawab bersama,” ujarnya.

Selain itu, diadakannya festival Edelweiss ini turut membantu BTNGC untuk mensosialisasikan tanaman Edelweiss kepada masyarakat. Ia berharap, festival ini dapat berlanjut di tahun berikutnya, sehingga dapat membantu mengkonservasi bunga Edelweiss.

Pada kesempatan Festival Edelwiess ini, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana mengaku sangat bangga kepada tim Be Craft Majalengka yang sudah menuangkan pemikiran ke dalam bentuk festival. Sehingga, Branding Majalengka Eksotik Sundaland dapat dibuktikan dengan adanya lembah Bunga Edelweiss.

“Kita ingin menegaskan kembali bahwa eksotisme Kota Angin ini bukan hanya isapan jempol belaka, salah satunya dengan keindahan abadi Bunga Edelweiss,” tandasnya.

Ketika dihubungi Macakata.com pada Selasa 22 Oktober 2019, melalui chating via WhatsApp, Vedi Soemantri mengucapkan terima kasih kepada semua kalangan, karena Festival Edelwiess telah sukses digelar. Dalam catatan panitia, Festival Edelwiess ini mendapatkan kunjungan sebanyak 500 orang yang berasal dari Ciayumajakuning.

“Juga hadir dari Bandung dan Jakarta. Ini merupakan festival perdana. Kami berharap festival ini akan konsisten tiap tahun. Tentunya dengan konsep dan tematik yang berkembang,” ujarnya.

Vedi juga memaklumi keluhan para pengunjung, terkait akses jalan yang tidak mulus. Mengenai akses jalan ini, memang tidak saja menuju area Cidewata, namun akses menuju lokasi yang menjadi asset kepariwisataan di Majalengka masih perlu perhatian khusus.

“Masih perlu perbaikan dan perbenahan. Tentu kita percaya, pemerintah akan mengupayakannya,” ungkapnya.

Vedi menjelaskan terkait kunjungan Medina Kamil dan beberapa orang yang turut menanam Edelwiess, tentunya kemudian memiliki hubungan emosional dengan Cidewata. Bahkan ia akan berkunjung kembali ke Cidewata untuk melihat tanaman Edelwiess yang ditanamnya langsung.

“Kalaupun kesibukannya, maka kami pengelola akan terus mengupdate perkembangan tumbuh kembang Edelwiess yang sudah ditanam secara serempak di sini, ketika Festival. Tentunya kami upload ke sosial media,” pungkasnya.

Sebagai panitia, pihaknya sadar bahwa panitia dan pengelola hanyalah sebagai pelayan dan festivalnya adalah nampan saji. Maka, keberhasilan Festival Edelwiess ini sangat membahagiakan, karena banyak pihak dari berbagai segmen turut berekspresi pada Festival Edelwiess tahun 2019 ini.

“Tak lupa kami mohon maaf atas berbagai kekurangan pelayanan kami, dan kami haturkan beribu terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berlangsung festival ini,” pungkasnya.( Acil)

Comment here