BERITAKREATIF

Punk Jumsih Ajak Warga Kelola Sampah Terpadu

Kolaborasi Punk Jumsih ‎Leuwimunding dengan Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon dan Bank Sampah Al-Karimah Cupang

MAJALENGKA – macakata.com – Isu lingkungan dan sampah menjadi tema menarik untuk diolah menjadi lebih bermanfaat. Oleh karenanya, Komunitas Punk Jumsih Leuwimunding Majalengka dengan Sanggar Lingkungn Hidup Cirebon, dan Bank Sampah Al-Karimah Cupang, mencoba untuk meramu dan mengelola sampah menjadi lebih berguna.

Saat ini sampah telah menjadi persoalan besar. Musim hujan menjadi sumber kemacetan arus air dan membuat sungai dalam menjadi dangkal, akhirnya air sungai meluap dan timbullah banjir, karena banyaknya sampah yang dibuang oleh warga ke sungai-sungai.

Sementara jika musim kemarau, sampah yang bertumpuk menimbulkan bau tak sedap. Sampah yang terjadi di lingkungan warga, lebih banyak dibakar atau dibiarkan bertumpuk. Padahal, jika dikelola, maka rupiah bisa dikantongi.

Pertemuan sejumlah komunitas itu juga didukung para pegiat literasi, dan para petani muda. Mereka berdiskusi di saung Avo Gapoktan Desa/Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat, Jumat, 07 Februari 2020.

Ketua Punk Jumsih Leuwimunding, Kang Gondile mengatakan pihaknya berinisiatif mengaktifkan kembali kegiatan Punk Jumsih. Selama ini diakuinya telah empat tahun vakum, karena beberapa faktor dan kendala. Ia berharap ke depannya bisa menerapkan pengelolaan sampah terpadu.

“Harus ada kelompok dan komunitas yang kompak bersama masyarakat, untuk mengelola soal sampah. Kita sadar betul, bagaimana sampah menjadi isu keseharian kita. Tapi tanpa pengelolaan, maka sampah akan selalu menjadi masalah besar tanpa solusi,” ujarnya.

Kepala Desa Leuwimunding, Aang Rukman Lesmana mengatakan, pihaknya ‎juga mengapresiasi gerakan komunitas Punk Jumsih Leuwimunding.  Pihaknya telah mendengar bagaimana eksistensi Komunitas Punk Jumsih. Bahkan telah menerima sejumlah penghargaan.

“Sebagai kepala desa, saya mendukung gerakan Punk Jumsih, semoga kita bisa berkolaborasi dalam penanganan permasalahan sampah secara terpadu,” ujarnya.

Terpisah, Aktifis Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon, Cecep mengatakan soal sampah ini harus dimulai dari visi pengelola yang jelas terlebih dahulu. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa diajak konsisten dalam mengelola sampah menjadi faktor yang paling utama.

“Setelah SDM mumpuni, maka sistem ini harus diawali dengan pendataan terlebih dahulu, yang, kemudian harus didukung oleh sarana dan prasarana,” ucapnya.

Cecep menjelaskan pemerintah desa juga harus mendukung secara regulasi yaitu dengan membuat peraturan desa (Perdes)  yang mengatur masalah pengelolaan sampah. Sehingga impian untuk melakukan pengelolaan sampah secara terpadu akan sama-sama terwujud.

“Akan lebih oke, jika didukung oleh Perdes. Itu keharusan.” ungkapnya.

Sementara itu, Aktifis Bank Sampah Al-Karimah Desa Cupang, Tarya menceritakan pengalamannya dalam pengelolaan sampah an-organik dengan menerapkan sistem bank sampah. Bank sampah Al-Karimah ini telah beroperasi enam tahun dan menghasilkan nilai jual.

“Sampah itu jangan hanya dikumpulkan, dimuat, lalu dibuang begitu saja. Ada nilai ekonomis jika dilakukan pemilahan sampah. Caranya dengan menerapkan sistem bank sampah,” tandasnya. ( MC-03)

Comment here