BERITA

19 Ribu Pemudik Tiba di Majalengka

19 Ribu Pemudik Tiba di Majalengka

MAJALENGKA – macakata.com – Hingga Selasa, 7 April 2020, pemudik yang tiba di Kabupaten Majalengka mencapai 19 ribu orang. Pihak pemda mengingatkan pemudik untuk mengisolasi diri di rumahnya masing-masing.

Selama14 hari, pemudik harus memakai masker. Jaga jarak dengan anggota keluarga lain dan menahan diri untuk bersentuhan.

Upaya yang dilakukan pemda, yakni membuat posko di titik tertentu seperti perbatasan, salah satunya yakni di exit tol Kertajati dan Sumberjaya. Serta di setiap kecamatan yang warganya banyak pemudik.

Perwakilan Tim Satuan Tugas Covid 19, yang menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, H. Eman Suherman membenarkan saat ini jumlah pemudik yang telah tiba mencapai 19 ribu. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi, diantaranya penyemprotan kepada pemudik di posko-posko kedatangan.

‎”Betul, data per-hari ini, Selasa 7 April, pemudik sudah mencapai 19 ribu orang.” ungkapnya, Selasa malam (07/04/2020).

Sekda menambahkan ‎jika mengacu pada protokol kesehatan, terkait pendatang yang tiba di Majalengka, baik dari luar negeri ataupun TKI, maupun yang pulang dari kabupaten/kota lain, apalagi kepulangannya berasal dari zona merah atau kabupaten/kota endemi, maka yang bersangkutan ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan atau ODP.

“Secara otomatis pemudik itu ya ODP. Kalau pendataan dilakukan door to door, pastinya akan memakan waktu dan tenaga cukup banyak. Maka kebijakan pak Bupati, sebagai antisipasi dan biar mudah mendeteksinya, para pemudik dicegat dari kepulangannya. Agar terkonsentrasi,” ungkapnya.

Untuk itu, dibuatlah 11 posko yang tersebar di pintu masuk menuju/dari Majalengka, yakni salah satunya di exit tol masuk di Kertajati dan exit tol Sumberjaya.

“Ketika mereka datang langsung di identifikasi, identitas, di ukur suhu tubuhnya, dan sekaligus diberikan sosialisasi, agar mereka bisa ikut secara bersama-sama mencegah penyebaran Covid 19,” ungkapnya.

Sekda mengingatkan warga pemudik untuk berinteraksi dengan cara menjaga jarak, tidak berkerumun, dan mengisolasi di rumah selama 14 hari.

“Bagi mereka yang mengalami gangguan secara klinis, secepatnya agar lapor ke pak Rt/Rw, Kades dan puskesmas terdekat.” Pungkasnya. ( MC-02)

Comment here