BERITA

Percontohan! Lapas Gintung Punya Rumah Singgah

Pengunjung atau Anggota Keluarga Napi/Warga Binaan Bisa Beristirahat Nyaman di Rumah Singgah Itu

CIREBON – macakata.com – Banyaknya narapidana yang berasal dari berbagai pulau dan luar provinsi, membuat pengunjung besuk harus menunggu lama di dalam mobil, di luar area Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon.

Namun kini, semua itu sudah sirna. Sekarang, Lapas yang berada di Desa Gintung Tengah Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon Jawa Barat ini, telah punya rumah singgah.

Keluarga napi atau warga binaan, yang mau membesuk bisa beristirahat dulu di rumah singgah tersebut. Perjalanan yang jauh membuat siapapun, butuh tempat yang nyaman untuk rebahan maupun buang hajat.

Kakanwil Jawa Barat, Drs. Liberti Sitinjak mengatakan rumah singgah di Lapas Gintung Cirebon ini merupakan percontohan. Karena baru pertama kalinya ada di Jawa Barat. ā€ˇPihaknya memastikan tidak semua Lapas harus punya rumah singgah.

“Di sini memang percontohan. Warga binaan di Lapas Gintung ini berasal dari luar provinsi, juga ada yang dari luar pulau. Maka wajar kalau saat ini punya rumah singgah,” ujarnya, saat kunjungannya ke Lapas Gintung pada hari pertama Idul Fitri, Minggu, 24 Mei 2020 lalu.

Liberti menambahkan rumah singgah tersebut merupakan bagian dari pelayanan pihak Lapas. Sekaligus untuk menjalankan persfektif Hak Asasi Manusia (HAM).

“Juga dalam rangka mengakrabkan silaturahmi dan komunikasi antar keluarga warga binaan dengan petugas lapas. Masukan dan saran bisa langsung diterima oleh petugas,” ungkapnya.

Liberti menjelaskan pihaknya melihat bahwa rata-rata pengunjung besuk, sebagian datang pada dini hari. Sementara jam besuk baru akan diberlakukan pada jam kerja.

“Saya menerima laporan pengunjung besuk itu ada yang datang pukul 02.00 WIB dini hari. Mereka, ada yang istirahat di dalam mobil, kasian kan? Nah, itu cerita masa lalu. Sekarang mereka (pengunjung) bisa istirahat di rumah singgah ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas II A Cirebon, Jalu Yuswa Panjang mengatakan di sekitaran Lapas Gintung memang tidak ditemukan hotel atau pun penginapan. Sehingga, pengunjung besuk, diceritakan ada yang sampai beristirahat di masjid atau mushola pemukiman warga.

“Atas alasan itu, kami mengajukan untuk membuat rumah singgah. Fungsinya untuk istirahat bagi keluarga warga binaan yang mau membesuk,” ujarnya.

Jalu menambahkan soal anggaran pembangunan rumah singgah itu, pihaknya menggaet dana CSR perusahaan swasta. Namun, bentuk kerjasamanya yakni dana CSR tersebut, tetap dikelola oleh perusahaan swasta.

“Sehingga yang kami terima adalah bentuk barang materialnya saja. Itulah yang kami bangun, sinergitas antar lembaga,” ujarnya. ( MC-03)

Comment here