Tidak Tertarik Lagi untuk Rapid Tes Massal, Sudah Usulkan untuk Tes Swab PCR dan Berkordinasi dengan Universitas
MAJALENGKA – macakata.com – Semua obyek wisata dalam bentuk apapun, termasuk wisata alam, hingga kini masih akan diberlakukan penutupan sampai waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan kajian, penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19 ini sangat masif menular di tempat- tempat keramaian. Obyek wisata dinilai merupakan biang keramaian dengan jenis pengunjung yang berasal dari berbagai wilayah.
Hal ini ditegaskan Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi dalam konfrensi pers yang digelar di pendopo, Selasa sore, 2 Juni 2020.
“Sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah pusat, maka untuk sementara ini, sampai waktu yang belum ditentukan, semua obyek wisata tutup dan belum boleh dibuka,” ujarnya.
Dia menambahkan, kajian tersebut berdasarkan pengamatannya bersama Bupati Kuningan, dengan latar belakang obyek wisata di dua kabupaten ini yang terhitung cukup banyak. Sementara jumlah pengunjung berasal dari berbagai wilayah.
“Atas dasar pertimbangan tersebut, banyaknya pengunjung luar yang datang ke wisata alam di Kuningan dan Majalengka, kami berdua sepakat, tidak membuka dulu semua obyek wisata, karena kami menilai cukup sensitif di tengah pandemi ini.” ujarnya.
Bupati menjelaskan mengingat saat ini telah ada yang terkonfirmasi positif PCR di wilayah Kecamatan Rajagaluh, bupati tidak tertarik lagi untuk mengusulkan rapid tes. Saat ini pihaknya tengah mengusulkan uji tes Swab PCR yang alatnya telah di uji coba oleh universitas ternama.
“Kami sudah usulkan Uji Tes Swab. Swab PCR bisa menentukan langsung positif atau tidaknya seseorang dalam kurun waktu 6 jam. Rapid tes hanya mengukur reaktifnya saja. Jadi untuk Majalengka, tidak tertarik lagi untuk uji tes rapid,” ujarnya.
Bupati menambahkan untuk ASN sebanyak 25 persen ASN masih menerapkan kerja di rumah, 75 persen kembali kerja di Kantor. Sementara untuk Industri harus tetap buka, hanya saja harus diperhatikan pengurangan jam kerja dan pembagian shiff.
“Termasuk warung makan, restouran dan kafe, silakan normal kembali untuk buka. Hanya saja tetap jaga jaraknya dipakai,” ujarnya.
Sementara itu, untuk penyesuaian kombinasi PSBB, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menuju New Normal, semua masyarakat di kalangan manapun, harus tetap menjalankan protokol kesehatan, tetap jaga jarak dan mencuci tangan sehabis melakukan aktifitas apapun.
“Nanti, tindak lanjut kondisi ini, akan ada pihak yang menertibkan adalah TNI-Polri! Setiap personel dibekali hand sanitizer dan masker. Namun Tidak ada hukuman seperti push up dan lain sebagainya. Titik-titik perbatasan juga akan diperketat di semua sisi,” tandasnya. ( MC-02)

Comment here