BUDAYAKREATIFTOKOH

Penerus Seni Tari Jaipong, Reny Belajar dari YouTube dan Berlatih di Sanggar

Remaja Seumurannya Terlihat Cuek pada Kesenian Tradisional Tersebut

MAJALENGKA – macakata.com – Tak seperti anak-anak lainnya, remaja 12 tahun ini memilih aktifitas belajar seni tari Jaipong. Dia berlatih di sanggar Seni Panghegar Munjul-Majalengka.

Awalnya, remaja yang mulai beranjak gadis ini sering melihat tayangan seni tari Jaipongan di sejumlah chanel YouTube. Baginya, fasilitas ponsel cerdas lebih baik dimanfaatkan untuk aktifitas positif yang mendukung minat dan bakatnya.

‎”Awalnya, saya belajar dari YouTube. Sekarang aktif berlatih di sanggar seni Panghegar. Berlatih dan selalu didukung mamah,” ungkap perempuan bernama lengkap Reny Agustin, didampingi sang ibu, Kamis, 7 Januari 2021.

Reny, merupakan putri kedua dari pasangan suami-istri, Nia Kurniawati dan Abdul Rojak. Ibunya lulusan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI). Orangtuanya itu terus mensuport dan mendukung anaknya. Kecintaannya pada dunia Seni Tari, tidak lantas memaksakan sang anak untuk terjun ke dunia tersebut.

“Kakaknya malah tak terlalu suka. Dia agak pemalu. Reny pun awalnya hanya melihat tayangan di chanel YouTube,” ujar sang ibu, mendampingi Reny.

Reny kini masih duduk di kelas satu SMPN 3 Majalengka. Dia baru belajar seni tari, ketika telah lulus dari sekolah dasar. Namun, sewaktu duduk di bangku SD itu, Reny selalu ikutan menari-nari, setelah atau sewaktu melihat langsung tayangan YouTube pavoritnya.

“Karena sudah mantap menari, Reny sudah mulai banyak job manggung. Honornya lumayan,” ungkap sang ibu, sambil tersenyum, tak mau menyebutkan nominal tersebut.

Menurut ibu dua putri ini, untuk mendidik anak-anaknya, memang diperlukan sebuah kesabaran dalam mengarahkan minat dan bakat tertentu pada sang anak.

“Yang penting jangan memaksakan. Karena si anak punya keinginan dan minat yang berbeda. Jadi ketika Reny punya keinginan sendiri, saya yang berinisiatif menawarkan untuk berlatih di sanggar. Gayung bersambut, Reny pun mau,” ungkapnya.

Beragam prestasi Reny sewaktu SD pernah diraihnya. Reny pernah menjuarai atletik dan menjadi juara satu tingkat Kabupaten Majalengka. Saat ini, ia tengah bersiap untuk mengikuti Pasanggiri di Kabupaten Indramayu.

“Alhamdulilah Pasanggiri ikutan terus. Februari nanti mau Pasanggiri di Indramayu,” ungkapnya.

Perempuan penyuka makanan Seblak dan Martabak ini rupanya juga punya hobi renang. Olahraga menggerakkan badan dalam air itu membuatnya lebih rileks. Sementara jadwal latihan seni Tari Jaipong di sanggar Panghegar (Munjul) dilakukannya dua kali dalam satu pekan. Reny juga mahir dalam nge-dance.

“Reny berlatih rutin dua kali seminggu. Jumat dan Minggu. Orangtua manapun, pasti ingin anaknya punya banyak prestasi dan minat serta bakat anak yang tersalurkan, membuat bangga orangtuanya,” ujarnya.

Sebagai ibunya, Nia tak pernah memaksakan kehendak apapun kepada anak-anaknya. Ia mendidik anak secara longgar. Namun tetap ada batasan.

“Alhamdulillah, semua patuh, tapi bukan takut. Saya berikan kebebasan, tapi tetap ada batasan,” tandasnya. ( MC-03)

Comment here