BERITABUDAYAKREATIFLifestyleScienceTravelWorld

Masjid Asy Syabab Menyediakan Penginapan Gratis

Masjid Asy Syabab

Musyafir Suami-Istri Akan Disediakan Ruangan Khusus

MAJALENGKA – macakata.com – Masjid Asy Syabab sepertinya akan menjadi masjid paling terbuka untuk semua kalangan di wilayah Kabupaten Majalengka, tepatnya di pintu gerbang sebelum memasuki kota Munjul Majalengka.

Apalagi, lokasinya yang berada di perempatan jalur jalan Lingkar Utara Majalengka, tepatnya di Desa Jatipamor Kecamatan Panyingkiran ini dinilai cukup strategis.

Masjid Asy Syabab mengusung konsep “Terbuka Lebar” alias masjid yang tidak akan digembok. Masyarakat umum, musyafir, juga anak-anak, remaja, muda-mudi bebas memasuki masjid tersebut.

Masjid Asy Syabab ini baru dibuka perdana pada Jumat, 15 Oktober 2021 lalu.

Masjid yang mengusung konsep sederhana ini, juga tidak megah. Bangunannya sendiri terbuat dari bambu. Bergaya panggung. Sederhana sekali, tapi punya halaman yang luas ke belakangnya.

Masjid Asy Syabab ini dikelola oleh Yayasan Muda Kreativa Majalengka atau MKM. Ketua Dewan Pembinanya Dedi Supriadi, dan ketua yayasan Ruhiyat Hidayat.

Sebagai pengelola, Dedi mengatakan, pengelolaan Masjid Asy Syabab Majalengka tersebut bekerjasama dengan PPA Sultan Maja Utara Kecamatan Maja juga Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Majalengka.

Saat Jumat perdana itu, petugas  Khotib  yakni Ustadz Ridwanto Rasniullah. Pengajar Bahasa Arab PPA Sultan Islamic Boarding School Maja dan  khotib Ahmad Risbarkah Al Hafidz,  santri Arab   PPA Sultan  Islamic Boarding  School Maja.

Ketua Dewan PembinaYayasan KKM, Dedi Supriadi mengatakan, pihak pengelola masjid menyediakan minuman dan makanan nasi kuning gratis bagi para jamaah Masjid  Asy Syabab.

“Kami pun menyediakan rumah musyafir secara gratis,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan  PPA Sultan Islamic Boarding School Maja, Ustad Rifa mengatakan, di masjid  Asy Syabab bisa menjadi alternatif untuk rumah singgah bagi para musyafir.

“Nanti akan terus kami kembangkan, pengelolaan masjid ini dibuat dengan konsep senyaman mungkin, terbuka untuk siapa saja,” ucapnya.

Ustad Rifa menambahkan, saat ini Majalengka membutuhkan masjid, sekaligus sebagai tempat istirahat dan beribadah dengan aman dan nyaman.

“Kami akan tempatkan santri PPA Sultan secara bergantian di sini,” ujarnya.

Sementara, untuk jadwal petugas Jumat adalah tenaga pengajar dan santri PPA Sultan yang muda dan hafidz quran.

“Kami persilakan anak-anak yang tinggal di sekitar masjid, juga bisa belajar mengaji di  Masjid Asy Syabab tersebut,” ujarnya.

Setiap Jumat, akan disiapkan makanan dan minuman bagi para jamaah Jumat secara gratis dengan menu yang berbeda- beda.

Ke depan akan disiapkan ruangan atau tempat menginap bagi para musyafir atau  pendatang dengan infaq seiklasnya.

“Majalengka sudah saatnya memiliki masjid, yang memiliki sarana dan prasarana seperti Jogokarian Yogyakarta. Tentu, bagi musyafir suami istri akan disediakan secara khusus. Silakan bayar seikhlasnya,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Majalengka, M. Sail atau akrab disapa Babeh Iing mengatakan, proses kegiatan di masjid tersebut juga bekerjasama dengan pemuda muslim Indonesia.

“Kami menyambut baik kerjasama ini,” ujarnya. (hrd)

Comment here