MAJALENGKA – macakata.com- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka mendukung program zakat lewat digitalisasi. Program zakat digitalisasi ini merupakan harapan langsung dari gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Baznas Majalengka sendiri telah mempunyai layanan yang bersifat digitalisasi dan bekerjasama dengan pihak perbankan.
Pada akhir bulan Juni 2022, Baznas Majalengka mendapat apresiasi dari Bupati Majalengka karena Inovasi Digitalisasi untuk melayani para pemberi atau pembayar zakat, infaq dan sodaqoh (ZIS) di Kabupaten Majalengka. Menurut Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi, media inovasi digitalisasi yang dilakukan Baznas Majalengka tentunya untuk memudahkan jangkauan semua kalangan masyarakat yang tinggal di luar daerah.
Bupati Karna Sobahi menambahkan, warga Majalengka sendiri cukup banyak yang tinggal di luar negeri. Oleh karenanya, dengan adanya digitalisasi layanan ZIS ini, warga Majalengka yang tinggal di luaran bisa membayarkan zakat infaq dan sodaqohnya ke aplikasi Baznas Majalengka. Cara ini lebih efisien dan efektif.
Sementara itu, Ketua Baznas Majalengka, H. Agus Yadi Ismail mengatakan dengan adanya layanan digitalisasi fundrising ini, masyarakat Majalengka akan lebih mudah dalam menyalurkan zakatnya.
“Tujuan adanya inovasi layanan digital ini memang untuk mengungkit kesadaran masyarakat. Kita juga menjangkau kaum milenial, kita akan laksanakan penuh harapan pak Gubernur, ” ungkapnya, Rabu, 28 September 2022.
Agus menambahkan, Baznas Majalengka akan terus mengevaluasi dan memperbaiki layanan untuk umat. Mengingat para donatur dan pemberi zakat infaq dan sodaqoh berasal dari umat, dananya nanti akan kembali ke umat.
“Mengungkit kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat, berinfaq dan bersedekah. Setelah terkumpul kita kembalikan lagi kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Oleh umat kembali ke umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat telah melakukan rapat koordinasi daerah (Rakorda) di Kota Bandung. Rakorda dihadiri ratusan utusan dari Baznas 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Rakorda berlangsung selama dua hari yakni 26, 27 dan 28 September 2022.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil beserta istri, Atalia Praratya Kamil, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB Ace Hasan Syadzily, Ketua Baznas RI, Noor Achmad hadir dalam Rakorda tersebut.
Ketua Baznas Jabar, Anang Jauharudin mengatakan Rakorda tersebut digelar bertujuan untuk menyamakan persepsi hasil dari rapat kerja nasional (Rakernas) Baznas beberapa waktu lalu.
Melalui Rakorda tersebut, Baznas sebagai lembaga zakat ingin menyampaikan apa yang telah diputuskan Rakernas mengenai pengelolaan zakat sesuai dengan hukum yang sudah ditentukan.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berpesan kepada para petugas Baznas untuk tidak mencari nafkah di Baznas, melainkan berjuang untuk kemaslahatan masyarakat. Gagasan atau program Baznas sudah sangat banyak, sehingga Baznas harus lebih meningkatkan kembali penerima zakat atau bantuannya ke depan.
“Untuk mengurangi kemiskinan ini perlu ada tiga cara, yakni dengan cara diberikan bantuan, kedua dicarikan pekerjaan agar tak terus menerus meminta bantuan, dan terakhir mereka yang sudah menjadi wirausaha agar dapat berbagi ke sesama,”ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kang Emil mengatakan, saat ini zaman telah berubah ke arah digitalisasi, segala informasi sudah menggunakan teknologi terutama lewat handphone. Oleh karenanya, untuk meningkatkan masyarakat dalam berzakat, pemanfaatan zakat lewat digitalisasi harus lebih gencarkan secara lagi secara masif.
“Saya bangga kepada Baznas Jabar yang sudah mulai ke arah digital yang progresif, karena semua hidup saat ini menggunakan teknologi. Jadi, Baznas Jabar harus ikuti itu untuk mempopulerkan program zakat ini,” ujarnya.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad pun menambahkan bahwa Baznas sebagai lembaga non struktural dan pemerintah ini satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling membutuhkan. Sehingga, program-program yang dimiliki Baznas merupakan program pemerintah pula guna mengatasi persoalan yang belum dapat terselesaikan dan bisa tercover oleh Baznas.
“Baznas Jabar ini termasuk ke dalam penguatan kelembagaannya baik, mulai tingkat provinsi sampai kabupaten/kota. Baznas di Jabar sudah merata pengelolaan zakatnya,” ucapnya.
Noor pun berharap ke depannya Baznas di Indonesia memiliki kampung zakat, seperti yang telah diluncurkan pertama di Lampung, sedangkan di Jabar baru ada beberapa kampung zakat dan bisa ditingkatkan.
“Masing-masing penyuluh nanti bisa menjadi pendamping program yang diluncurkan Baznas,” katanya. (MC-06)

Comment here