BERITAFunPENDIDIKAN

Majalengka Minim Pendongeng

Anak-anak di TBM Nurul Huda Terhibur dengan Dongeng

MAJALENGKA – macakata.com – Puluhan anak-anak di Desa Sindanghaji Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka terlihat antusias mendengarkan dengan takjub seorang ibu yang sedang bercerita.

Ceritanya bukan si Malin Kundang, atau tentang si Kancil. Tapi cerita saat ini, mengalir apa adanya tentang realita kekinian . Mengedukasi tentang ciri-ciri uang dan bagaimana cara menyimpannya dengan baik dan benar, serta menjelaskan kepada anak-anak bahwa setiap lembaran uang kertas punya tanda tertentu yang bisa diraba secara khusus oleh tunanetra.

Anak-anak usia PAUD dan TK itu semakin antusias karena kakak si pendongeng menuturkannya dengan gaya bahasa anak yang mudah difahami. Mimik wajah, gerak tangan, intonasi, gestur tubuh yang menegaskan kata per kalimat, semakin membuat puluhan anak tak berkedip.

Sesekali mereka tertawa, karena ada unsur lucu. Terkadang anak-anak ngeri ketika si kakak pendongeng mengilustrasikan situasi mencekam. Namun, lebih banyak tawa dan sumringah.

Anak-anak semakin senang ketika diajak berinteraksi dengan teman si kakak pendongeng yang bernama Akio. Akio ini boneka lucu dengan bibir yang sangat lebar dan suara yang khas. Oh ya, nama kakak yang pandai bercerita ini akrab disapa Kak Ila. Asal Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Kak Ila hadir dalam momen liburan semester memasuki tahun ajaran baru di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nurul Huda. Selain puluhan anak yang hadir, terlihat pula belasan mahasiswa dari IPB dan Unma yang sedang menjalani KKN di Desa Sindanghaji.

Dalam obrolan santainya, seusai acara mendongeng itu, Kak Ila menyayangkan minumnya generasi penerus pendongeng. Padahal, salah satu cara untuk meningkatkan literasi membaca dan mendengarkan yakni bercerita. Sebab dengan menceritakan dan mengisahkan, atau dalam bahasa popularitas nya mendongeng, maka anak-anak akn semakin antusias mendengarkan.

“Ilmu dan pengetahuan kita bisa tertangkap dan difahami dengan sangat mudah oleh mereka. Mereka pun senang, karena dongeng tidak menggurui, ” ujarnya, Selasa, 8 Juli 2025.

Oleh karenanya, ketika ada tawaran manggung untuk mengisi acara “mendongeng” di wilayah Kabupaten Majalengka ia sangat senang. Apalagi yang mengajaknya datang dari seseorang yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Perpustakaan Majalengka.

“Harapan saya, akan muncul para penerus pendongeng di sini, di Majalengka. Saya yakin ada, mungkin belum muncul saja, ” ucapnya sambil tersenyum.

Pengelola kegiatan sekaligus pendiri rumah baca TBM Nurul Huda, Dodi Jaya mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan bersama anak-anak sebagai upaya untuk mengisi liburan. Namun, kurang seru jika tak ada narasumber pendongeng.

“Oleh karenanya, kami datangkan pendongeng. Terpaksa dari teman yng berasal dari Kabupaten Kuningan, ” ujarnya.

Dodi menambahkan, hanya saja, sebelum memdengatkan penuturan cerita dari Kak Ila, puluhan anak-anak diwajibkan membaca buku dulu secara nyaring selama sepuluh menit.

“Dongeng tak akan dimulai sebelum baca buku. Mereka semangat baca buku dulu, ” ucapnya. (Acil Erik)

Comment here