BERITAPARLEMEN

Tak Perlu Terkesima oleh Panyaweuyan dan BIJB

Dua Tokoh Bahas Potensi ‎Majalengka dan Bagaimana Menghadapi Setiap Kemungkinan

MAJALENGKA – macakata.com – Dua tokoh Majalengka, yang satu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pepep Saeful Hidayat. Satunya ‎Pengusaha, H. Tete Sukarsa, membahas tentang bagaimana Majalengka menghadapi era metropolitan dengan hadirnya BIJB Kertajati dan pesatnya potensi wisata Majalengka.

Diskusi bermula, ketika dua orang ini sama-sama prihatin dengan kondisi dan situasi ke-Majalengka-an, dilihat dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih banyak dinilai belum mempersiapkan diri.

‎Ketika reses di sekretariat PWI Majalengka, H. Pepep terus mengulas tentang pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) asal Majalengka, yang harus siap bersaing dengan perubahan zaman.

“Majalengka ini menarik dan menjadi ‎incaran investor. Seringkali pada obrolan di tingkat pemerintah pusat dan Jawa Barat, Majalengka selalu disebut-sebut sangat berpotensi. Itu karena sumber daya alamnya yang diincar. Namun, siapkah SDM-SDM-nya?” ungkapnya, di rumah pengusaha di wilayah Ciborelang Kecamatan Jatiwangi, Senin malam, 09 November 2020.

Pepep menambahkan, segitiga rebana yang mencakup Pelabuhan Patimban-Subang, wilayah Cirebon dan BIJB Kertajati-Majalengka menjadi sorotan paling seksi di jajaran orang kaya berduit, yang siap membangun demi menanamkan investasinya, khususnya di wilayah Kertajati Majalengka.

“Jadi, jangan terlalu terkesima dengan hadirnya BIJB Kertajati dan megah serta indahnya Panyaweuyan. Yang harus dipersiapkan adalah SDM kita, sebagai warga Majalengka yang harus siap bersaing. Jangan sampai terjajah oleh para investor,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pengusaha, H. Tete Sukarsa mengatakan, saat ini, Majalengka bisa dianalogikan dengan situasi perang ekonomi. Musuh telah siap mengepung dan siap menjarah‎, sementara tuan rumah sebagai penghuni dan pemilik asli daerah, hanya sebagian kecil saja yang sudah mempersiapkan dirinya.

“Pemimpin lama Majalengka yang saya kenal, dulu, selalu menyebut, jangan sampai kita menjadi penonton. Saya sepakat itu. Artinya, SDM kita harus terus ditingkatkan, harus mau terus belajar dan siapkan mental untuk berani bersaing,” ungkapnya.

Tete menambahkan, sebagai contoh, saat ini semakin banyak mini market-mini market ‎berdiri yang jaraknya berdekatan dengan pasar tradisional. Itu merupakan fakta yang tak bisa dibantah.

“Artinya, saya hanya ingin ‎bilang, tadi berdiskusi dengan kawan saya, anggota DPRD Provinsi, hayu bareng-bareng, bersama-sama meningkatkan kualitas SDM. Jika faktanya lebih banyak minimarket berdiri. Maka seharusnya, fokus para pedagang tradisional juga harus maju dan siap bersaing. Bagaimana pun caranya. Intinya jangan sampai mental kita turun. Harus mau belajar dan berorientasi hasil.” ujarnya.

Soal pelaku UKM, Tete juga sepakat, harus mulai bangkit dengan semua kemungkinan. Para pelaku UKM juga harus mulai bisa mensejajarkan diri agar produk yang dihasilkannya bisa laku, sama seperti produk yang dijual di mini-mini market.

“Mental dan pola pikir kita yang harus terus dibina secara positif, supaya kita tidak terus terjajah,” ujarnya.

‎Ditanya tentang kemungkinan meramaikan wacana pilkada mendatang, Tete menjawab secara diplomasi sambil tersenyum. Ia hanya mengatakan soal pilkada itu tergantung situasi dan kondisi, serta untuk saat ini masih terlalu dini untuk dibicarakan.

“Maju di pilkada? Itu harus melihat-lihat situasi dulu. Namun, yang terpenting adalah, saya sepakat dengan kawan saya, H. Pepep, kita harus bersiap dan mempersiapkan diri. SDM-SDM Majalengka yang harus terus dibangun dan dibina, terus ditingkatkan kualitas sumber daya manusianya,” tandasnya. ( Hrd)

Comment here